Muara enim.[BHAYANGKARA NEWS]-
,26 Juni 2022

Musibah bencana alam Banjir bandang akibat intensitas hujan yang tinggi terjadi di sebagian wilayah di kecamatan Muara Enim kabupaten Muara Enim,dari pantauan media ini di rangkum dari berbagai sumber bahwa faktor penyebab utama hujan dari siang hingga malam pada Sabtu 25/06/2022 
Masyarakat yang terdampak di beberapa desa mulai dari karang raja dan seputaran wilayah desa tersebut terpantau ketinggian air mencapai hampir 1 meter
Berbagai komentar di Info Muara Enim terlontar kritik dan saran dari berbagai kalangan " salah satunya Lembaga Aliansi Indonesia (SETIAJI), SETIAJI pun menjelaskan kepada awak media terkait akibat suatu kegiatan penambangan yang tidak mengikuti prosedur atau ilegal,dengan sebagai berikut :


•Dampak Lingkungan

Lingkungan menjadi dampak yang paling dirugikan dari pertambangan ilegal. Dampak tersebut diantaranya adalah

  • Penurunan Kualitas Lingkungan

Sumber Daya Alam (SDA) yang digali secara ilegal akan mengalami degradasi yang parah apalagi beberapa pertambangan ilegal menggunakan sianida dan merkuri yang merusak lingkungan. Tugas pertambangan legal adalah mereklamasi wilayah yang terdampak sehingga bisa memulihkan dampak degradasi lingkungan. Tanah kehilangan unsur hara dan mineral akibat dari limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, akibatnya tanah tidak dapat ditanami oleh tanaman kembali dan produktivitas tanaman terhambat.

  • Pencemaran Lingkungan

Pengelolaan limbah dari aktivitas pertambangan ilegal mempengaruhi aliran sungai dan mengakibatkan penemaran air maupun tanah disekitar wilayah tambang. Apalagi ditambah dengan penggunaan bahan kimia yang  tidak adanya batas penggunaannya. Aliran sungai yang membawa limbah pertambangan akan terus mengalir hingga menuju lautan dan mengakibarkan ekosistem air laut rusak dan populasi ikan-ikan juga menurun

   

  

    • Menyebabkan Longsor dan Banjir           Aktivitas penambangan ilegal di wilayah yang tidak tepat mengakibatkan struktur tanah menjadi labil sehingga menyebabkan longsor. Selain itu, hasil galian yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah akan menyebabkan lubang-lubang besar yang tidak ditimbun kembali dengan tanah sehingga saat hujan tiba akan mengakibatkan banjir


• Berkurangnya Populasi dan Habitat Satwa.

Pemilihan wilayah yang ilegal tidak akan memikirkan habitat satwa yang terusik, akibatnya banyak fauna dan flora yang hilang bahkan mati akibat rusaknya habitat tempat tinggal mereka karena dampak penambangan.tutur ketua DPC

Pemerintah kabupaten Muara Enim semestinya melakukan evaluasi dan mengkaji ulang berbagai kebijaksanaan terkait dengan Adanya Perusahaan pertambangan BUMN,SWASTA dan Tambang Rakyat, di wilayah uluan demi mencegah terjadinya bencana alam yang lebih besar di masa depan "ungkapnya

RED-(ETY HARTATI)