TAPUT,Bhayangkara News-Kemendikbudristek melalui Dirjen P4TK PENJAS dan BK laksanakan lokakarya 7 dan Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak Angkatan ke 3 Kabupaten Tapanuli utara digelar di Sopo Nomensen kantor pusat HKBP Pearaja Tarutung.Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Jumat (13/5) dan Sabtu (14/5).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 54 Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 3, yang dihadiri Kepala Dinas dan beberapa Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara,Provinsi Sumatera Utara,juga  sejumlah kepsek dan pengawas tingkat SD/SMP dan SMA Taput. Lokakarya 7 dan Festival Panen Hasil Belajar merupakan rangkaian yang harus ditempuh untuk menjadi Guru Penggerak.
Pada kesempatannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab Taput Bontor A Hutasoit, S.IP.M.SP. mengatakan, Program Guru Penggerak merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

untuk menuju Lokakarya 7 dan Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak,peserta telah berproses selama sembilan bulan lamanya.

“Pada Lokakarya 7 ini kita akan melihat panen hasil belajar. Ini merupakan buah dari kreativitas guru,” ujarnya.

Juga dikatakan Kadis, kita akan terus mengikuti perkembangan program guru penggerak sehingga  tercapainya proses peningkatan pembelajaran yang lebih baik. Dengan adanya Program Guru Penggerak ini,Ia yakin akan ada perubahan pendidikan di kab taput untuk menjadi lebih baik.

Siapa pun harus bisa menjadi guru dan dimana tempat harus bisa menjadi sekolah.

Disesi penyampaian pemaparan oleh  kadis di dalam Program Guru Penggerak ia menggambarkan mengenai filosofi tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hal fundamental yang sudah diperkirakan sebelumnya,akan perubahan yang terjadi disaat ini dan karena itu perlu dipahami oleh guru penggerak untuk bisa kita wujudkan. 

Maka guru penggerak adalah merupakan role model untuk menggali potensi aset dilingkungan sekolah agar dapat melakukan transformasi pendidikan di Kab Taput yang tentu tujuannya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,"ucapnya.

Pada kesempatan tersebut.pelaksana kegiatan lokakarya 7, Haris didampingi Siti dari P4TK TK dan PLB  Kemendikbudristek menyampaikan, Program Guru Penggerak merupakan bekal bagi guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas.

“Program Guru Penggerak ini untuk menuju mutu pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.

Dia juga mengamini yang di utarakan pak  kadis dikbud taput saat pemaparan, di dalam Program Guru Penggerak dibahas mengenai filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hal fundamental ini perlu dipahami oleh guru pengggerak dan yakin dengan adanya Program Guru Penggerak akan meningkatkan kualitas pendidikan di kab Taput.

Salah satu Calon Guru Penggerak,dari SMPN 3 sipahutar mengatakan, guru penggerak diharapkan visioner dan  mampu berkolaborasi merupakan agen transformasi pendidikan yang visioner 

Guru penggerak harus mampu mewujudkan suasana pendidikan dengan konsep Merdeka Belajar. Menurutnya, pembelajaran harus berpihak pada murid.

“Artinya guru harus mampu membaca karakteristik minat dan bakat murid. Memberikan ruang agar murid kreatif,inovatif, yang mammpu berintraksi sehingga dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” katanya.(Amir Hutabarat) Kabiro Taput.