Bangkalan | Bhayangkara.news -Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan pastinya cukup dinantikan oleh semua umat muslim. Apalagi terdapat momen-momen yang hanya bisa dilakukan saat bulan Ramadan tiba. Salah satu momen yang cukup berkesan tentu saja sahur, berbuka puasa, dan juga salat tarawih.
Namun bagi sebagian orang, bangun untuk sahur sangat sulit untuk dilakukan. Padahal melakukan sahur merupakan hal yang cukup penting.

Di Indonesia biasanya membangunkan sahur dilakukan dengan cara menggunakan alat pengeras suara di masjid-masjid. Ada juga yang membangunkan sahur dengan cara berkeliling kampung sambil menabuh berbagai peralatan rumah tangga.
Hal ini juga dilakukan para pemuda Dusun bindeng, Desa Klabetan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan untuk membangun warga sekitar untuk sahur dengan cara yang unik menggunakan alat tradisional kesenian Madura, seperti gendang, angklung dan gong di rumah salah satu tokoh pemuda desa setempat Achmad Sukron, Kamis (14/04/2022) dini hari.

Hidayat selaku koordinator menuturkan bahwa kegiatan membangunkan orang sahur ini dilakukan selama bulan Ramadhan menggunakan alat tradisional.

"Tujuan kami selain membangunkan sahur warga sekitar dan juga mengenalkan alat kesenian tradisional serta kegiatan ini selalu kami lakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan. Alhamdulillah kami dapat juara 3 se-Kabupaten Bangkalan pada tahun 2019 saat ada lomba yang diadakan Bupati dalam rangka sahur-sahur," jelas Hidayat.

Achmad Sukron selaku tokoh pemuda Desa Klabetan menuturkan akan selalu mensupport selama kegiatan tersebut asalkan baik.

"Saya akan selalu mensupport teman-teman asalkan kegiatan itu baik berguna bagi masyarakat. Kegiatan membangunkan orang sahur ini sudah turun-temurun mulai nenek moyang kami dengan menggunakan alat kesenian tradisional Madura," tutur Sukron. 
Red-(Mat Ramli