BANGKALAN || bhayangkara.news - Puluhan Wali Murid ancam akan lakukan aksi demo pada lembaga sekolah SDN Bangsereh 2, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mereka menuntut agar dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2019 sampai 2021 segera diberikan. jum'at (01/04/2022).

Sebelumnya salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan dana PIP yang seharusnya menjadi hak anaknya, sampai saat ini belum bisa dirasakan manfaatnya lantaran dana bantuan tersebut belum pernah diterima sepeserpun oleh anaknya.

"Kita akan demo sekolahan itu pak, kita sebagai orang tua murid merasa hak anak kami gak pernah diberikan oleh pihak sekolah", Ungkap wali murid yang kesal

Lanjut orang tua siswa mengatakan bukan hanya pada tahun 2021 saja dana bantuan tersebut tidak diberikan kepada para siswa penerima, melainkan sudah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Dari tahun-tahun sebelumnya disekolah ini gak pernah ada yang dapet dana bantuan itu pak, adanya hanya dikasih buku, seragam, cuma itu gak pernah kita dapet uang itu gak pernah, padahal anak saya itu pak di SMP dapet, tapi kenapa di SD kok gak pernah dapet, lalu kemana uang bantuan itu pak, kalo bilangnya bantuan PIP itu dijadikan seragam, kenapa kok gak pernah ada musyawarah dulu ke kita sebagai wali murid, kok tiba-tiba langsung diberikan seragam, diberikan buku, kita juga gak tau seragam sama buku itu dari mana", kata orang tua siswa pada awak media.

Sementara itu Saat awak media menyampaikan keluhan wali murid perihal penyaluran dana bantuan PIP, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN BANGSEREH 2 Bambang, menanyakan siapa nama wali murid yang telah memberikan laporan terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana bantuan PIP tersebut

"siapa wali murid yang mana yang menanyakan PIP tahun 2021 saya ingin tau orangnya, saya kalo yang 2020 terserah tapi kalo yang tahun 2021 ini nama saya sudah dijelek-jelekkan" Ucapnya

lanjut Kepsek SDN Bangsereh 2 mengatakan bahwa dana bantuan PIP tahun 2021 baru bisa dicairkan hari ini (Kamis/31/03/2022), dan akan langsung disalurkan pada siswa penerima.

"Kalo yang 2021 mas, itu duitnya (sambil menunjuk kearah uang yang baru saja diambil dari Bank), belum dikasih karna baru saja cair, kalo yang 2020 kebawah itu jangan tanya ke saya gak tau saya, karna saya hanya PLT disi dari bulan Agustus 2021 itu saya baru ada disini, kalo mau tanya yang 2020 kebawah lebih sampean tanya langsung ke kepala sekolah yang dulu itu seperti apa prosesnya, kalo saya yang jawab nanti takut salah", Ucap Bambang saat ditemui diruang kerjanya.

Setelah dikorek lebih dalam Muallim selaku guru disekolah tersebut bersama dengan Harsono selaku Pengawas Sekolah Dasar (SD) untuk wilayah Kecamatan Sepulu membenarkan bahwa dana PIP pada tahun-tahun sebelumnya pihak sekolah memberikan kebijakan dengan menjadikan dana bantuan tersebut untuk dijadikan seragam serta alat perlengkapan sekolah.

"Memang ditahun-tahun sebelumnya itu hanya dikasih buku, perlengkapan alat tulis, seragam batik, seragam merah putih kelas satu, tahun 2020 itu hanya 22 penerima, dananya itu sekitar 8 jutaan dan dibagi ratakan kepada seluruh siswa disini berbetuk itu tadi, seragam, sama perlengkapan alat tulis", Ujar Muallim dibantu Harsono pengawas SD wilayah Kecamatan Sepulu.

Lebih lanjut awak media menanyakan perihal data penerima dana PIP disekolah tersebut, namun kepsek SDN Bangsereh 2 enggan memberikan data tersebut dengan dalih bahwa data tersebut berada dirumahnya. 

"ada dirumah mas data penerima PIP yang saat ini datanya ada dirumah, kalo yang sebelum-sebelumnya saya gak tau", Ungkapnya

Disisi lain saat dimintai keterangan terkait realisasi dana bantuan PIP yang baru saja disalurkan pada siswa penerima, salah satu wali murid yang berada di lokasi sekolah saat itu menyayangkan sikap pihak sekolah yang baru bisa memberikan dana bantuan tersebut setelah adanya desakan dari wali murid.

"Alhamdulillah setelah sebelumnya kita ada rencana mau turun untuk melakukan aksi demo, hari ini (Kamis/31/03/2022) pihak sekolah bisa menyalurkan dana PIP yang tahun 2021. yang kita sayangkan kenapa harus ada desakan dulu dari kita untuk supaya dana itu bisa cair", Ujarnya. (Red)ramli