Mataram-๐™‰๐™๐˜ฝ-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ
 
Tindakan biadab sejumlah oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, dengan sengaja melakukan pengeroyokan dan penganiyaan pada para aktifis saat hendak berlangsungnya dialog terbuka diruang pertemuan kantor Kejati NTB, Jumat pagi (01/04/2022) menyulut kegeraman dan amarah publik.


Juwaedin Kordinator Lapangan (Korlap) menceritakan kronologis, awalnya kami menggelar aksi didepan pintu kantor Kejati NTB. Mempertanyakan dugaan kejanggalan atas vonis bebas yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Tinggi Mataram, terhadap Direktur PT. Sinto Agro Mandiri selaku terdakwah pada kasus Korupsi Pengadaan Bibit Benih Jagung Rp. 27 Milyar Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Tahun anggaran 2017.


Atas kasus yang di pertanyakan, pihak Kejati NTB meminta perwakilan Delapan orang massa aksi untuk menggelar dialog terbuka diruang pertemuan. Dan kamipun menyanggupi Hering yang ditawarkan pihak Kejaksaan.

“Baru kami duduk diruangan, dan dan Hering belum dimulai. Tiba tiba sejumlah oknum Pegawai Kejati NTB yang berbaju kuning. Menyerang membabi buta, terhadap sala-satu perwakilan demonstran tanpa ada alasan yang melatarinya, papar Juwaedin dari Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi (LAPAS) NTB.


Adi Alfaisal, SH selaku korban pengeroyokan, membenarkan dirinya yang dianiyaya seperti tayangan pada vidio yang tengah viral.


“Belum mulai audiensi , kok saya langsung dipukul tanpa alasan,” jelas Adi Alfaisal yang juga berprofesi sebagai jurnalis dimedia kabar oposisintb, pada sejumlah awak media di Mapolres kota Mataram saat memasukan laporan atas penganiyaan yang menimpanya.


“Saya dipukul, ditendang dan dicekik tanpa melakukan perlawanan. Dirinya menderita kesakitan di bagian kepala, Telinga, leher, dan Punggung”, Jelas pendiri Organisasi LAPAS NTB. 

๐š๐šŽ๐š - ๐‰๐ž๐ง ๐”๐ฆ๐š๐ซ ๐ƒ๐š๐ง๐ข