๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ

Dalam beberapa hari ini ramai di bicangkan di media sosial terkait salah satu Koordinator Wilayah (Korwil) dan pengawas sekolah di Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) di kecamatan sepulu Kabupaten Bangkalan Jawa Timur.

Ungkapan Moh. Maksum dan Harsono penyalahgunaan Dana PIP yang dinilai telah menciderai kinerja Korwil di daerah Kecamatan lain menuai tangkapan yang serius oleh Korwil se Kabupaten Bangkalan.

Setelah sebelumnya dua rekan seprofesinya yakni Korwil Kecamatan Burneh dan Klampis memberikan respon terhadap ucapan Moh. Maksum dan Harsono yang mengatakan penyalahgunaan realisasi bantuan dana PIP dilakukan berjamaah Se-kabupaten Bangkalan.

Mengetahui berita tersebut Mohammad Lutfi S.Pd, M.Pd Koorwil Kecamatan Tanah Merah membantah hal tersebut menurutnya ungkapan yang dilontarkan oleh Korwil dan Pengawas Kecamatan Sepulu itu tidak benar.

“Salah mas, karena yang saya katakan tadi itu sudah diingatkan berulang-ulang kepada semua insan pendidikan semua jajaran dan bukan hanya kepada Korwil saja.

Kadis mengatakan kalau ada yang bermain-main dengan PIP akan saya hukumkan meskipun itu kepala sekolah,” terang Lutfi Korwil Kecamatan Tanah Merah saat ditemui diruang kerjanya. Kamis 
(07/04/2022).

Menurut Lutfi seharusnya Moh. Maksum dan Harsono tidak menyertakan semua Koorwil yang ada di Kabupaten Bangkalan, padahal menurutnya tidak semua wilayah melakukan hal yang serupa seperti yang di lakukan di Kecamatan Sepulu.

“Kalau menurut saya pas digeneralisir semuanya seperti itu padahal tidak, pas langsung disamaratakan, ya kalau memang itu terencana dan terstruktur kalau tidak jadi pencemaran, tapi ya kalo istilahnya karena hanya membela diri itu hanya sebagai keceplosan,” terang Lutfi pada media.

Mengetahui ungkapan Korwil dan Pengawas Pendidikan di Kecamatan Sepulu Lutfi berharap agar tidak diikuti oleh Korwil lain sebab itu dinilai bukan mencerminkan yang baik.

“Menurut saya untuk kedepan Korwil harus berhati-hati lebih melakukan penekanan kepada kepala sekolah bahwa untuk PIP ini jangan disiasati (disalahgunakan) dan harus diberikan utuh (berupa uang kes) kepada yang berhak dan hal-hal seperti itu tidak boleh bosan untuk disampaikan terus menerus, mudah-mudahan untuk yang lain tidak bercermin kepada Kecamatan Sepulu,” tegas Mohammad Lutfi.


๐š๐šŽ๐š - ๐Œ๐š๐ญ ๐‘๐š๐ฆ๐ฅ๐ข