Bima - NTB - Bhayangkara.News.
Salah satu pejabat penting di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Bima berinisial AS, hadir untuk memenuhi panggilan kejaksaan Negeri Raba Bima. Selasa, 5/4/2022.


Hal tersebut merupakan upaya kejari Bima dalam menggelar kasus korupsi wilayah Bima, salah satu langkah kejari Bima yakni dengan melakukan pemanggilan kepada setiap pihak yang dianggap penting untuk dimintai keterangannya selama proses gelar perkara berlangsung.


AS yang beberapa hari dimutasi dari Kadis Sosial menjadi Asisten I di lingkup pemerintah Kabupaten Bima kembali dipanggil untuk memberikan keterangan Sebagai Saksi, terkait  kasus bantuan sosial (Bansos) kebakaran rumah di Kabupaten Bima, yang melibatkan tersangka IS dan US Satu diantaranya Aparatur Sipil Negeri (ASN) dan satu pendamping tenaga sosial.


Dari ruang kejari Bima AS menjalani proses pemeriksaan hampir selama Tiga jam, digelar diruangan Tipisus Kejari Bima.


Sesuai dengan Surat Panggilan dari Kejaksaan Negeri Bima.
Nomor SP-28/ N2.014/FD.1./04/2022. Tanggal 4 april 2022 Yang ditangani oleh Kasi Pidsus.


AS melalui Kuasa Hukumnya beberapa waktu lalu yang dimintai keterangan menjelaskan, Terkait dengan Isu Mangkirnya AS dari panggilan jaksa sebenarnya tidak benar. 


"Panggilan dua kali untuk klien Saya AS
waktu lalu yang tidak bisa di hadiri,  sebenarnya bukan mangkir tapi sesungguhnya Ia sedang berada diluar kota dan menjalani tugas" dan Klien kami pun telah menginformasikan secara langsung kepada Jaksa atas halangan menghadiri panggilan dari Kejaksaan. Sehingga pihak Kejaksaan pun memberikan perubahan waktu kepada Klien kami.


Kuasa Hukum AS melanjutkan, Hingga kini kasus yang menimpa Klienya AS sebenarnya masih perlu alat bukti tambahan lainya, termasuk keterangan Bank Mandiri  sebagai Bank yang di tunjuk langsung oleh Kementrian Sosial sebagai penyalur Dana Bansos waktu lalu. Tutupnya. 


Terkait kejelasan status penyaluran tersebut, Hingga Kini Direktur Bank Mandiri Cabang Bima belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. Red - Jen.