BANYUWANGI (BHAYANGKARA News) Mbah Surono salah satu Petinggi LPKN (Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional) merasa dicemarkan nama baiknya terkait adanya pemberitaan dirinya diLaporkan oleh Yudi Garuda SEKJEN II BP3RI di Polresta Banyuwangi pada hari Selasa, 12/04/2022 pukul 10.00Wib, perihal penipuan.jelasnya.
Surono menjelaskan, kendaraan tersebut berasal dari Bali yang memiliki keterlambatan 4 bulan pembayaran di BCA FINANCE  yang kemudian dibawa ke Banyuwangi. "Dengan mengganti plat nomer kendaraan tersebut oleh Kholiyah. Pada waktu itu Kholiyah terjaring razia kendaraan di daerah Wadung."Kamis 14/04/2022

" Pihak Kepolisian Satlantas Polresta Banyuwangi menemukan pelanggaran berupa STNK dan Plat Nomer yang tidak sama pada kendaraan Kholiyah (Pemalsuan Plat Nomer Kendaraan)"tegas Surono,


Pada waktu itu Kholiyah sempat mengurus kendaraan yang ditahan oleh pihak Satlantas Polresta Banyuwangi tersebut selama 1 bulan, akan tetapi tidak mendapatkan hasil. "Tidak bisa menunjukkan bukti BPKB kepemilikan dikarenakan kendaraan tersebut masih keridit macet katanya. 

DM. Salah satu orang yng diminta bantuan oleh kholiyah untuk mengambil kendaraan tersebut mengajak kerumah saya. 
Beberapa selang waktu Saya menemui  Kanit Satlantas Turjagwali Iptu Budi untuk mengambil kendaraan tersebut, akan tetapi mendapatkan hasil yang sama karena  kelengkapan kendaraan BPKB, syarat untuk pengambilan kendaraan tersebut."kata Surono

"Karena tidak mendapatkan hasil DM menghubungi salah satu anggota Polda Jatim A.W untuk meminta bantuan agar kendaraan tersebut bisa dikeluarkan,

Selang beberapa hari A.W menerjunkan tiga anggotanya untuk menemui Iptu Budi. "Dengan atensi dari Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Achmad Fani, kendaraan tersebut bisa dikeluarkan, pada tanggal 21/09/2021, di lapangan Mapolresta Banyuwangi.

Setelah kendaraan tersebut keluar, sore harinya kendaraan tersebut di tunjunkan kepada Kholiyah di rumahnya. "Dengan sesuai kesepakatan Kholiyah belum sanggup membayar uang admintrasi Rp.18 000.000,00 (Delapan Belas Juta Rupiah), kendaraan tersebut diserahkan kepada DM untuk diBawa,

Selama 6 Bulan kendaraan tersebut di bawah oleh DM, Kholiyah ingin mengambil kendaraan tersebut, dengan menitipkan uang kepada Saya. "Besok hari saya menemui DM untuk menyerahkan uang sebesar Rp.5.500.000,00 (Lima Juta Lima Ratus Rupiah) untuk ambil kendaraan tersebut yang ada di bengkel. "Namun kendaraan tersebut di ambil oleh Mata Elang Depcolektor di daerah Kedayunan,"terang Surono

Surono menambahkan, untuk saat ini kendaraan tersebut  berada di BCA Finance dikarenakan masih memiliki tunggakan angsuran pembayaran kredit. Sampai disini tugas saya selesai sampai menggeluarkan kendaraan yang berada di Polresta Bayuwangi"ujar Surono

Dalam koordinasi tersebut antara Roni dan Kholiyah yang tau bahwa kendaraan tersebut dikeluarkan oleh anggota kepolisian Polda Jatim A.W, bukan dikeluarkan oleh pihak lembaga atau organisasi lainnya. Kholiyah sempat di ajak oleh DM untuk mendatangi BCA FINACE namun tidak pernah mau,*tegasnya.*Surono**

(Red*tim*)