๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ˆ๐™–๐™™๐™ช๐™ง๐™–-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ

Diringkusnya di duga 3(tiga) pelaku pencabulan pada anak dibawah umur oleh satreskrim polres bangkalan jawa timur kembali terjadi yang .selasa 19/04/22.

3(tiga) pelaku pencabulan berinisial FNI (27) warga asal Pejagan, MMT (23) warga asal Bancaran, MIM (19) warga asal Jalan Pemuda Kaffa dan KK (22) warga asal Burneh namun saat ini masih DPO.

Perbuatan kejih tersebut dilakukan di Halaman Sekolah SDN Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu (10/04/2022) sekitar pukul 01.00 Wibe.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino S.I.K menjelaskan aksi pemerkosaan ini terjadi pada hari Sabtu (09/04/2022) pukul 16.00 Wib, saat tersangka MMT bersama dengan MIM dan KK (DPO) sedang bertemu, tersangka KK meminta tersangka MMT mencari perempuan yang bisa di booking, kemudian tersangka MMT membuka akun Facebook dan ketika Tersangka MMT melihat Story Akun Facebook dengan Nama “SB” Tersangka MMT mengomentarinya hingga kemudian bertukar nomer WhatsApp.

Dari komunikasi di sosial media itu tersangka MMT dengan Korban SB berkenalan dan MMT dalam komunikasinya membujuk korban agar mau bertemu MMT dengan iming-iming diajak jalan-jalan ke Suramadu.

“Korban SB akhirnya mau bertemu dengan MMT, selanjutnya MMT dan KK (DPO) menjemput SB di daerah Wonokromo Surabaya, dan kemudian Korban langsung dibawa oleh tersangka MMT dan KK di Stadion Kabupaten Bangkalan dan ngopi bertiga. Setelah minum kopi, KK (DPO) dengan diikuti tersangka MIM dan FNY menuju TKP di SDN Langkap Kecamatan Burneh dan kemudian Korban dicabuli oleh empat orang tersangka tersebut,” jelas Alith.
Dalam melakukan aksinya kejihnya tersangka tersebut memiliki peran berbeda.

"MMT mencabuli korban dengan cara berusaha memasukkan alat kelaminnya pada kelamin SB (korban)
Sedangkan MIM memegangi paha kaki kanan korban karena berusah berontak saat mau dicabuli oleh MMT dan FNY memegangi kedua tangan korban serta mencium payudara korban sebanyak 3 kali,” tutur Alith.

Barang bukti yang diaman oleh pihak polisi seperti, 3 stel pakaian yang digunakan oleh tersangka pada saat kejadian, 3 unit handphone yang digunakan oleh tersangka untuk komunikasi dan pakaian korban.

Atas perbuatannya tersebut Tersangka dijerat dengan pasal 82 Ayat (1) undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun Penjara.


๐š๐šŽ๐š - ๐Œ๐š๐ญ ๐‘๐š๐ฆ๐ฅ๐ข