Prabumulih Bhayangkara news-,kamis 29 april 2022.

Ribuan masyarakat yang terdampak Proyek seismik 3Dimensi yang dilakukan PT.Pertamina dan selaku Pelaksana PT.BGP, yang banyak menimbulkan keretakan Pada rumah Permukiman warga di beberapa kelurahan yang ada di kota Prabumulih,


Diduga Pihak PT.BGP selaku Perusahaan yang membayar biaya ganti rugi kepada masyarakat telah menciderai kesepakatan yang telah disepakati,saat Team dari Perusahaan,dan disaksikan oleh aparat kelurahan serta didampingi pihak dari TNI Zeni,menurut keterangan dari salah satu warga. 
Taufik Hermanto
Ketua DPC L.A.I Divisi Basus D-88


Ditempat terpisah kami awak media mencoba meminta keterangan dari Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Divisi Basus D-88 yang menurut keterangan beberapa warga di kelurahan patih galung, jika masyarakat telah memberikan kuasa kepada Lembaga Aliansi Indonesia dalam hal ini Taufik Hermanto,selaku Ketua DPC. 

Taufik menyayangkan hal ini terjadi,hingga menjadi sebuah polemik di masyarakat,seharusnya pihak perusahaan menepati janji nya sesuai kesepakatan yang telah di sepakati saat meninjau dan menghitung kerugian yang di alami masyarakat,kan yang menghitung saat itu pihak dari perusahaan dan disaksikan Aparatur kelurahan setempat,kenapa saat realisasi pembayaran tersebut nominal yang disepakati dan di Terima warga berbeda nominal, ada apa ini ❓❓❓ tutur ketua DPC. 


Sedangkan saat ketua DPC mendampingi warga untuk konfirmasi terkait berapa nominal ganti rugi yang mau diterima ketua DPC terkejut,dari hasil hitung dilapangan untuk salah satu warga di nilai 35.000.000 kurang lebih, namun saat melihat nominal yang akan di Terima hanya 1juta sekian,ini lah yang diduga oleh ketua DPC yang membuat ribuan warga protes, seharusnya hal ini tidak boleh terjadi,

Yang membuat ketua DPC L.A.I bingung, tidak satu pun karyawan dilapangan selaku team Pembayar tidak ada yang dapat menjelaskan alasan angka ini berubah,kami bingung kemana orang-orang yang berkopeten dalam masalah ini??? Kok hanya karyawan yang tidak tahu sama sekali masalah ini, 

Hingga ketua DPC angkat Bicara,akan membawa permasalahan ini hingga tingkat pusat di jakarta, jika tidak ada titik terang, karena kami sudah berusaha menghubungi pihak HUMAS dari PT.BGP (Nawang) namun tidak dapat tanggapan,dan kami mencoba konfirmasi ke pihak Pertamina,dan hasil yang kami Terima hanyalah disuruh menghubungi PT. BGP /Nawang.selaku Humas. Kita lihat saja nanti tutur ketua DPC,apakah Bapak Ahok akan menanggapi laporan dari Lembaga Aliansi indonesia, atau tidak!!!! Kita lihat ending nya, tutur Ketua DPC. 

Sampai berita ini terbit awak media belum mendapat keterangan dari pihak Humas PT.Pertamina dan PT.BGP.

(Red- A.Barli-Aryanto