๐™†๐™ค๐™ฉ๐™– ๐˜ฝ๐™ž๐™ข๐™–-๐™‰๐™๐˜ฝ-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ
Kesekian kalinya Sudah, hal-hal aneh dipertontonkan di ruang Publik,
Sehingga mendorong Sikap kritis dari segala elemen Masyarakat bergejolak.
Ada apa dengan etika berdemokrasi di daerah ini, Kenapa Demokrasi di daerah ini, kian hari semakin Merosot. Apakah karena Etika itu bukan lagi menjadi bagian dari Perilaku mereka yang katanya masih memiliki moral dan adab dalam memahami sistem Berdemokrasi di negara ini.

Sumber: EWAN J.A, "KETUA GARDA BANGSA KOTA BIMA " Sabtu (12/03).


Dengan Melihat Keganjilan-keganjilan yang terjadi baru-baru ini, apakah makna Demokrasi di daerah ini sudah kehilangan arah..? Sehingga demokrasi, tidak lagi dijadikan landasan untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik bagi sebuah pelaksanaan demokrasi yang baik di daerah ini.


Kenapa para elit-elit politik di daerah ini, semakin hari semakin kehilangan kepercayaan dirinya, sehingga mengharuskan, mereka para elit-elit menjadi takut kehilangam atas kekuasaannya.


Apakah Elit-elit di daerah ini sudah Kehilangan akal sehatnya, dan intelektual berpikir, sehingga momen Pilkada yang masih sangat jauh waktu pelaksanaannya, menyebabkan para Elit politik menggunakan cara-cara yang melanggar kode etik, untuk mengatasi ketakutan dan Kekhawatiran yang berlebihan bagi mereka atas hilangnya sebuah kekuasaan yang di dasari dengan keserakahan.


Sangat di Sayangkan, kenapa harus ada upaya tidak sehat untuk memprovokasi Masyarakat agar turut serta dalam kegiatan kampanye hitam demi mendapatkan kekuasaan dengan cara yang tidak pantas dan membabi buta tersebut.


Ini adalah akibat dari absennya fungsi pendidikan politik di tengah-tengah Masyarakat kita, khususnya masyarakat awam tercinta, ini hal yang di pertontonkan di muka publik tersebut, sangat berdampak buruk bagi Sistem Demokrasi di daerah ini.


Situasi seperti ini bila tidak segera atasi dan diantisipasi secara proaktif dan bijaksana, maka akan menghadirkan kontestasi yang jauh dari kata Damai dalam Kelompok Masyarakat.
Ini merupakan peringatan bagi masyarakat agar segera menyadari situasi yang sedang terjadi, dapat di sikapi dengan bijak.


Dalam penyelenggaraan acara Lomba Gerak Jalan tingkat RT di kelurahan Rontu dan Gebyar Vasinansi di Kelurahan Rontu, Agak terkesan seperti Kampanye Hitam yang terselip dalam proses penyelenggaraan Acara tersebut.


Dengan Adanya Indikasi Kampanye Hitam yang Viral di media sosial Facebook tersebut, sangat di khawatirkan memiliki dampak tidak baik dalam Masyarakat, karena, kemungkinan menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan Berdemokrasi dalam Masyakarat, sebab terjadinya Pro dan kontra atas penyelenggaraan Acara tersebut memicu terjadinya perselisihan dalam kelompok-kelompok masyarakat.


Sadarkah Kita, bahwa indikasi Kampanye Hitam yang terselip dalam Acara tersebut, akan menyebabkan defisitnya nilai-nilai moralitas terhadap demokrasi di daerah ini. 


Sebab banyak masyarakat yang menilai, Cara tersebut adalah cara murahan dan rendahan bagi sekelompok elit, untuk mendulang kuasa dengan mengabaikan martabat Kompetisi dalam PILKADA sesungguhnya, dimana kontestasi tersebut sedianya akan diselenggarakan secara serentak seluruh Indonesia pada tahun 2024 Mendatang.


Apapun Unsur-unsur Kampanye Hitam dalam setiap Momen yang mengatas namakan kegiatan sosial kemasyarakatan, harus segera dilakukan pencegahan dari sekarang, karena ini tentu sangat menganggu Kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.


Sekali lagi Diharapkan pada Segenap Masyarakat, untuk mengasah daya nalar dengan memelihara jiwa kritis, guna tidak memberi ruang bagi hadirnya kampanye Hitam dan provokasi Pilkada, masuk dalam proses demokrasi yang sudah diatur penyelenggaraannya berdasarkan Undang-undang yang berlaku.


Pesan bagi warga Masyarakat, Jangan Panik dan Terkecoh karena Pilkada Masih Jauh.

๐š๐šŽ๐š - ๐‰๐ž๐ง ๐”๐ฆ๐š๐ซ ๐ƒ๐š๐ง๐ข