๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ˆ๐™–๐™™๐™ช๐™ง๐™–-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ
Jajaran kepolisian Polsek Kwanyar Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, telah menangkap 2 orang nelayan asal Pulau Mandangin, Sampang bernama Suhaimi (45) dan Aliman (35) pukul 05.00 Wib hari selasa tanggal 14/12/2021.

Tertangkapnya Kedua nelayan tersebut diduga menggunakan alat jaring trawl (pukat harimau). Yang mana alat tersebut ditengarai dapat menyebabkan kerusakan sumberdaya ikan dan lingkungannya.

Kapolsek Kwanyar Iptu Moh. Mansyur, SH membenarkan tentang penangkapan dua nelayan berasal dari Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang.

Menurut Kapolsek Kwanyar saat keduanya di minta keterangan, nelayan tersebut mencari rajungan menggunakan pukat harimau dan sudah berjalan kurang lebih 1 tahun.

"Mereka berangkat pukul 03.00 dan kembali pukul 15.00 Wib berangkat bersama-sama sekitar 7 sampai 8 perahu. Perahu dan nelayan dibawa ke tepian untuk diamankan dan dimintai keterangan. Kemudian kami berkoordinasi dan diserahkan pada Polairud Polres Bangkalan," jelas Mansyur.

Sementara itu Kasat Polairud Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi saat dihubungi melalui WhatsApp mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dua nelayan tersebut dari Polsek Kwanyar. 

"Nelayan yang kami amankan diketahui merupakan nelayan asal Sampang, diamankan karena diduga menggunakan jaring trawl (pukat harimau),” ungkapnya, Rabu (09/03/2022) malam.

Arif juga mengatakan bila pihaknya melakukan mediasi dengan kedua nelayan tersebut dan dihadiri oleh dinas terkait serta tokoh masyarakat.

"Kami lakukan mediasi yang dihadiri oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Bangkalan, Kepala Desa, Babinsa dan Polsek. Hasil dari mediasi kedua nelayan tersebut membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan keduanya akan dilakukan pembinaan," jelas Arif sapaan lekatnya.

Kalau mengacu dengan dasar hukum pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan jaring Trawl yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/PERMEN-KP/2016 Tentang Jalur Penangkapan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Seiring dengan pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan jaring Trawl maka sanksi yang diberikan kepada pengguna alat tangkap jaring Trawl adalah sebagai berikut Pasal 85 jo Pasal 9 yaitu Setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, alat penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan persyaratan, atau standar yang ditetapkan untuk tipe alat tangkap tertentu dan/atau alat penangkapan ikan yang dilarang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 , dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).


๐š๐šŽ๐š - ๐Œ๐š๐ญ ๐‘๐š๐ฆ๐ฅ๐ข