Bangkalan,bhayangkara news.kejanggalan  masayarakat terkait bantuan bpnt ke pihak bank bri sepulu menjadi perbincangan di masyarakat desa klabetan kecamatan sepulu kabupaten bangkalan jawa timur.sabtu 26/03/22

Yusron kepala bank bri sepulu saat di konfirmasi terkait bantuan bpnt mengatakan,bantuan bpnt senin lalu udah saya bagikan sekitar 57 orang buku tabungan dan atm,udah saya lansung  berikan ke penerima bantuan di rumah kepala desa.

Terkait keterlambatan buku tabungan dan atm, Baru di berikan karna di sistem  kami belum ada masuk,terkait dana bantuan yang udah masuk ke rekening bri  penerima bantuan bpnt pun tidak kelihatan.

"Memang  ada Dana masuk ke rekening bri kalau di liat di sistem dinas sosial, tapi  itu masuknya ke sistem dinas sosial bukan  masuk ke bank bri tegas yusron."
Wagio kepala dinas sosial melalui sukardi saat di konfirmasi mengatakan kalau sistem kami data ibu dan bapak udah mendapatkan bantuan malah rekening udah terbentuk, saldo pun udah ada masuk dari dinas sosial Berapa bulan lalu.coba sampean tanya kan ke bank bri buku tabungan dan atm nya ucap nya.

Bullah selaku pemuda masyarakat betan mengatakan ke ganjalan kami sebagai orang awam dalam hal ini kami hanya bisa menduga duga ada apa dengan bank bri sepulu .apa ada indikasi kesengajaan pengedapan dana,atau memang buku tabungan dan atm udah cetak tapi ada yang pegang saya kurang paham.

Rekening udah terbentuk,saldo ada masuk berapa bulan lalu ko bisa dari pihak bank bri tidak singkron terkait data dengan dinas sosial.alasan data dari dinas sosial  tidak masuk di sistem bri lah, tidak kelihatan.itu tidak logika menurut saya,rekening yang bikin bank bri,yang daftar kan dari pihak dinas sosial,yang masuk dana bantuan juga dari dinas sosial,kan lucu saja kalau dari pihak bank bri mengatakan seperti itu tegas bullah.

Harapan saya semoga kedepan nya pihak bank bri  dan dinas  sosial tidak saling lempar tanggung jawab.begitu juga dengan pendamping bpnt yang ada di desa klabetan untuk proaktif  (jemput bola) dan transparan dalam hal data penerima kalau perlu setiap pojok dusun di desa di tempel data penerima  biar masyarakat melihat sehingga masyarakat tidak menduga duga yang kurang pantas dan tidak di pimpong sana sini ujar bullah.
Red-ramli