๐•‚๐• ๐•ฅ๐•’-๐”น๐•š๐•ž๐•’ - ๐›๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐ง๐ž๐ฐ๐ฌ
Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mempertanyakan kemampuan pemerintah mencegah terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran. Sebab, kelangkaan produk penting seperti minyak goreng menandakan barang keperluan lainnya bisa juga terjadi kelangkaan.


"Inikan kalau minyak goreng saja terjadi (kelangkaan, red), kemungkinan terjadi juga di produk lain," kata Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora dalam Gelora Talk bertajuk 'Minyak Goreng Langka, Ada Apa? Rabu (16/2/2022)


Fahri menilai kelangkaan minyak goreng terjadi akibat kurangnya antisipasi dari pemerintah. Seharusnya, kata dia, pemerintah melibatkan Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

"Pemerintah kita melalui BUMN yang bernama Bulog itu disiapkan untuk melakukan kesigapan pangan secara nasional," katanya.


Selain itu, Fahri menyarankan pemerintah membuat suatu regulasi yang kuat terkait dengan kebutuhan pokok dalam negeri.


Kepala Divre Bulog Cabang Bima, Wilya Fatayani yang dihubungi Redaksi Media Bhayangkara News, Rabu (8/3) mengatakan,


"untuk saat sekarang Bulog belum mempunyai Stock untuk Minyak Goreng, Bulog juga kesulitan untuk langsung masuk mendapatkan Minyak Goreng ke Distributor, Kami udah pernah Coba melakukan Masuk secara mandiri di Distributor tapi tetap mendapat kesulitan, harapan saya ada kalobarasi antara Dinas Koperindag dan Bulog, untuk melakukan Pasar Murah".Pungkasnya.

๐š๐šŽ๐š - ๐‰๐ž๐ง ๐”๐ฆ๐š๐ซ ๐ƒ๐š๐ง๐ข