Banyuwangi "Bhayangkara.news

Kisah sedih perjalanan,hidup Seorang nenek tua renta yg hidup berpuluh" tahun nempel di pinggir tembok pasar Krajan 2 Desa Gambiran Kecamatan Gambiran Banyuwangi,,

Beliau adalah Mbah Siami RT 03 RW 04 Krajan 2 Desa Gambiran Banyuwangi Jawa Timur ' Kamis 13.39 wib tgl 25/02/2922 

Mbah Siami hidup sendiri sebatang kara dan tdk punya siapa" dan tdk punya tempat tinggal kecuali membuat gubuk di pojokan pasar Krajan 2 Gambiran,,bahkan sempat juga hutang bank thithil sebesar 3 jt dan menjual barang bekas untuk membenahi gubuknya juga kebutuhan sehari"


Hal ini kan pemandangan yg tdk seimbang dg program pemerintah yg sekarang ,,puluhan tahun Mbah Siami  hidup numpang di pojokan namun blm ada perhatian dari pemerintah, setempat Kita sangat prihatin dgn Kehidupan ini,perhatian dan kepedulian Pemerintah kepada masyarakat miskin belum merata,karena masih ada warga yg seperti ini,, banyak program yg bisa di terpkan ke Masyarakat ada bedah rumah ,raskin , PKH , BPNT,,dll Sementara di daerah ,Kita masih ada program yg namanya rantang kasih, kanggo Riko ..kok masih orang spt ibuk siami yg bertempat tinggal di pojokan pasar,lalu salah siap ini ,,Kita tdk menyalahkan pemdes , tapi kadang" pemdes berkilah karena aturan dari kabupaten dll 

Sebagai aparatur Negara Pemdes ,Camat sampai Dinas terkait,Kita berharap Mbah Siami ini segera dicarikan tempat yg layak dan tdk terkesan mengganggu pemandangan Desa dll ,,jika ada progras dari kabupaten tentang renovasi pasar ,trs mau diusir kemana Mbah siami ini mohon kebijakannya dari pemerintah setempat

"Pak,Hery Wijatmoko SH selaku Sekretaris LSM KODEBA RI,hari Senen ,akan menghadap Bupati Banyuwangi untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan ini ,terkait Mbah Siami,agar segera ada penanganan yg serius oleh pemerintah setempat baik dari Desa , Kecamatan maupun Kabupaten,,

Hal tersebut tdk sedikit aset Daerah atau Desa yg bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yg seperti ini ,,yg paling penting bahwa ini adalah amanah UUD 45 pasal 34 Bahwa Fakir Miskin dan Anak terlantar adalah dipelihara oleh negara ,,dan karena negara kita ini,Negara Hukum dan sumber dari segala sumber Hukum itu adalah UUD 45,maka Kita tdk bicara PP,Permen,Perbup atau yg lain ,, namun Hukumnya wajib bagi pemerintah untuk mensejahterakan Masyarakat termasuk Mbah siami 

Monggo program apa yg mau diterapkan ,, PKH, BPNT,atau yg lainya,Kita malu di jaman era seperti ini masih ada warga yg tinggal di gubuk pojokan pasar dan tdk  ada perhatian dari pemerintah setempat,bahkan sampai hari ini tetap menghuni gubuk pojokan pasar Krajan 2,Gambiran dan sdh berpuluh" tahun tinggal di sana belum ada juga penangan sampai saat ini.Pungkas Beliau  "Pak Hery Wijatmoko,SH 

Nb: Pemerintah jangan pernah bilang TDK ada anggaran ,TDK ada lahan dll ,,ini TDK masuk akal ,,selama ada perhatian dari kita ,saya yakin tempat dan anggaran untuk itu pasti ada ,,TDK sedikit tanah stren sungai yg ditempati secara luar oleh warga yg jauh lbh mampu dari Bu siami ,, ada aset desa juga yg nganggur blm dimanfaatkan kok ."mTdkapwil"