Lamongan.bhayangkara.news.tidak ada kejelasan sampai saat ini,baik dari pihak  pelaksana fogging terutama pihak puskesmas payaman dan aparatur desa payaman kecamatan sulokoro kabupaten lamongan jawa timur.

 Yang di mana anggara yang di gunakan untuk fogging swadaya masyarakat yang menelan anggara cukup besar.
Nawi sebagai pelaksana program yang di tunjuk oleh dinas kesehatan saat di konfirmasi lewat telpon seluler via wa,mengatakan terkait fogging  sampean tanya saja ke puskesmas dan desa payaman saja,Terkait anggaran kami dari dinas tidak menerima tuturnya.

Indra sebagai kabid,pelaksana program saat diminta keterangan,Kami dari dinas kesehatan hanya melakukan program pemeritah 100 -150 rumah gratis radius 200 meter 1(satu) fogging fokus.selebihnya swadaya dari desa/dana desa,Di atur oleh masing masing baik itu apratur desa mau pukesmas setempat.dinas kesehatan hanya sampai disini  dan tidak boleh menerima uang apapun"ucap"nya.rabu 23/02/22


"Terkait anggaran swadaya masyarakat bukan setor di dinas kesehatan.tapi langsung di  berikan  ke  tim pelaksana program untuk menggantikan bbm,insektisida,upah,dan biasanya temannya pak nawi,orang luar. puskesmas  tidak ikut lanjut pak indra."


Awak media mencoba menghubungi pelaksana program solikin dari puskesmas melalui telpon seluler tapi tidak aktif,begitu juga andre sebagai kepala puskesmas sampai saat untuk di minta keterangan terkait kegiatan fogging di desa payaman agar ada perimbangan berita melalui wa tidak  balas,sampai berita ini dirilis.

Kami sebagai media kontrol sosial  menduga,ada apa dengan  kegiatan fogging ini???ko saling lempar melempar tanggung jawab.apa kah ada indikasi pungli.kami media sosial kontrol terus mengawal kasus fogging ini  sampai ada kejelasan yang benar benar kuat dan masuk akal.kemana anggara yang di berikan swadaya masyakarat,sampai menelan anggaran cukup besar.RAMLI