MEDAN [Bhayangkara News] - Silaturrahmi IKKM Sumatera Utara (27-02-2022) kali ini dengan mengedepankan Semangat Basamo Niniak Mamak. Alim Ulama, cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Sarato Dunsanak Urang Kamang Mudiak Diperantauan Kasadonyo  jo Lupo Jorong, diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan dari isra Mirad sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dan melakukan kegiatan social menyantuni anak yatim, fakir miskin, orang tua jompo, tunanetra minang dan sekaligus menggalang Donasi Gempa Pasaman Barat.

Tujuan diselenggarakan kegiatan IKKM (Ikatan Keluarga Kamang Mudiak) merupakan kegiatan rutin urang minang dalam mempererat siltuhrami masyarakat minang di kampung dengan masyarakat minang di perantauan khususnya Keluarga Kamang Mudiak Kota Medan.

Kegiatan kali ini diselenggarakan dengan suasana seakan-akan di kampung dengan hadirnya Wali Nagari Kamang Mudiak Drs. H. Edison Dt Ampanjang, Ketua IKKM Syamsirwan, Badan Musyawarah Desa Drs. Amrinal Dt. Kabasaran, Ketua Kerapatan Adat Nagari Baswir Dt Patiah Baringek, Ustadz Zul Febriandi Tuanku Maruhun yang di akan mengisi tausiah pengajian sekaligus ceramah Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahasa minang, dan Ketua BM 3 Sumatera Utara H. Syahruddin Ali SH MSi.

Photo: Syamsirwan, Ketua IKKM Sumatera Utara

Ketua IKKM Syamsirwan didalam sambutannya mengajak masyarakat minang memperkuat persatuan dan kesatuan diperantauan, karena kita hidup diperantauan ini adalah untuk mencari penghidupan dan juga untuk merubah kehidupan kita yang lebih baik. Maka dengan itu mari kita untuk saling bahu-membahu dalam kehidupan dengan tujuan mendirikan perkumpulan ini adalah dari kita untuk kita. Sesuai dengan pepatah minang Kabukik Samo Mandaki Kalurah Samo Manurun. Tatungkui Samo Makan Tanah Tatilantang Samo Minum Aia. Artinya kalo ada yang susah mari sama kita bantu dengan kehidupan yang lebih baik. Ucapnya.
Photo: Ustadz Zul Febriandi Tuanku Maruhun

Pada ceramah pengajian Ustadz Zul Febriandi Tuanku Maruhun, mengkisahkan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW menggunakan bahasa minang, seakan mengingatkan masyarakat minang perantauan tinggal dikampung dan jangan lupa sebagai masyarakat minang perantauan untuk meningkatkan ibadahnya di bulan Suci Ramadhan.
Photo: Drs. H. Edison Dt Ampanjang, Wali Nagari Kamang Mudiak

Wali Nagari Kamang Mudiak Drs. H. Edison Dt Ampanjang, mengharapkan masyarakat minang perantauan agar meningkatkan silturrahim dengan masyarakat minang yang berada di kampung. Dan di perantauan dapat membangun kebersamaan dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang, elok-elok manyubarang, jan sampai titian patah, -elok di rantau urang, jan sampai babuek salah.

Wali Nagari Kamang Mudiak juga menegaskan masyarakat minang perantauan ikut berempati kepada saudara kita yang mengalami musibah bencana Gempa di Pasaman Barat, dan juga sebagai wali nagari telah mengintruksikan kepada kepala jorong yang berada di Kamang Mudiak untuk menggalang bantuan dana, pakaian, dan makanan serta hasil donasi dari acara silaturrahim IKKM Sumatera Utara, digabungkan menjadi satu untuk di distribusikan langsung ke lokasi bencana. Seperti pepatah di kampung rusuah samo seso, suko samo galak “artinya ada saudara yang sedang bersedih kita juga ikut bersedih, dan apabila ada suadara yang sedang senang ikut bahagia” pangkasnya.
Photo: Baswir Dt Patiah Baringek, Ketua Kerapatan Adat Nagari

Ketua Kerapatan Adat Nagari Baswir Dt Patiah Baringek, berharap dukungan dari seluruh ninik mamak yang ada di perantauan untuk mengembangkan adat istiadat pada generasi, agar adat budaya Kamang Mudiak tetap lestari.
Photo: Drs. Amrinal Dt. Kabasaran, Badan Musyawarah Desa 

Badan Musyawarah Desa Drs. Amrinal Dt. Kabasaran, mengingatkan perantau kamang mudiak jan lupo di sosialisasikan pembangunan di nagari kamang mudiak. Tutupnya. [ujang sahputra]