Kota Bima, NTB-๐๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐๐ž๐ฐ๐ฌ
Presiden Majelis Dzikir RI-1, Habib Salim Jindan Baharun adalah Putra Terbaik Bima NTB, saat di hubungi awak media terkait mafia tanah yang di beritakan di beberapa media tanggal 03 Januari 2022, beliau menegaskan sangat mengutuk keras para Hakim yang terlibat mafia tanah, Selasa, 22 Februari 2022.


Tenaga ahli menteri ART/ Kepala BPN Bidang Hukum dan Litigasi, Ling R. Sodikin Arifin menyebutkan hakim banyak membebaskan para maria tanah, padahal kejahatan yang dilakukan usah jelas. Jelas Long, banyak kejahatan pertamanan yang dikubur oleh putusan hakim yang kontroversial.


Berdasarkan data kementerian ART/BPN, ada 202 pengaduan yang diterima Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) sejak tahun 2020. Rincian tersebut antara lain, korupsi atau pungli 13 aduan, pertanahan atau perumahan 239 aduan, masalah hukum atau peradilan 294 aduan, lingkungan hidup 1 aduan, dan umum 7 aduan.


Dari aduan yang diterima, IBI sudah menangani 201 aduan, joint audit dengan dirjen teknis 5 aduan, perlimpahan penanganan ke Kanwil ada 412 aduan, dan masih dalam proses 159 aduan. Jumlah aduan yang ditangani sebanyak 618 aduan, sehingga jumlah aduan yang masih dalam proses ada 159 aduan. 



Melihat berita itu semua, Presiden Majelis Dzikir RI-1, Habib Salim Jindan Baharun sangat menyanyangkan lambatnya para Hakim dalam menanggani mafia tanah. Kita udah tahu semua Presiden Republik Indonesia Joko Widodo udah menegaskan untuk memberantas semua mafia tanah, jelas Habib Salim Jindan.


Untuk itu saya menegaskan, untuk para hakim lebih serius lagi dalam menanggani mafia tanah dan melibatkan Allah SWT. Karena mafia tanah sangat merugikan masyarakat khususnya Indonesia, tambah Habib Salim Jindan.


Harapan saya semoga kedepannya kasus mafia tanah bisa hilang dari bumi tercinta kita ini dan para hakim yang benar-benar amanah , jujur, adil dan tidak menyimpang dari suatu kebenaran, benar benar Menegakkan Keadilan Berdasarkan Ketuhanan YME.


Benar benar serius melibatkan Tuhan Kita dalam Penegakkan hukumnya, jangan dampai kita dholim dan Allah binasakan kita, kata Allah berilah Peringatan sesungguhnya Peringatan bermanfaat bagi orang beriman. Dan Allah tidak membinasakan sesuatu kaum bilamana telah datang suatu peringatan.


Mari takutlah semua kita kepada Allah. Hidup di dunia sementara, Akhirat selama lama nya. La ilaha ila illaAllah. Kami doakan para hakim dalam mejalankan tugasnya selalu diberi kesehatan. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Pungkas Presiden Majelis Dzikir RI-1, Habib Salim Jindan Baharun selaku partisi Hukum dan selaku Advokat saat di konfirmasi awak media.(Jen)