Samosir Bhayangkara.news-
Kepolisian Samosir berhasil menangkap sindikat pencurian ternak kerbau di daerah kepolisian Samosir yang terjadi pada hari Jumat tanggal 14 Januari 2022 yang lalu.

Hal ini disampaikan Kapolres Samosir   pada saat konferensi Prease Rilis yang langsung di pimpin oleh Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH, MH. Jumat 04/02/2022.

Pencurian ternak kerbau ini terjadi di Desa Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Pasal yang dipersangkakan adalah
Pasal 363 ayat (1) dari KUHP pidana dengan hukuman penjara selama – lamanya 7 (tujuh) Tahun.

Pencurian ternak ini di laporkan oleh Rinto Seriaman Sihotang dengan korban pencurian atas nama Sintong  Sitanggang,Jaminar Sitanggang, dan Sadar Simanihuruk.

Tersangka  adalah Wiliyam Haloho Als Wili umur  20 tahun,
Hasudungan Sinaga Als SUDUNG, Umur  21 tahun,Armando Sumaker Haloho Als Mando,Umur 17 tahun,  yang semua tersangka beralamat di Pinagar Desa Parbaba Dolok Kecamatan, Pangururan Kabupaten Samosir.

Kronologis pencurian terjadi pada hari Selasa tanggal 11 Januari 2022.

Pelapor mendapat informasi dari seseorang bahwasannya kerbau milik Sintong Sitanggang ada di Pinagar desa Parbaba Dolok kec.pangururan kab.samosir dan pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022.

Namun karena pelapor sudah mencurigai bahwa kerbau tersebut di sekitar Desa parbaba Dolok, maka pada hari Jumat tanggal 14 Januari 2022 pelapor bersama dengan rekannya yang lain sekitar pukul 23.00 wib mengikuti sebuah mobil yg di curigai ke arah Desa Parbaba Dolok, dan tidak berselang begitu lama sekitar pukul 23.30 Wib pelapor dan rekannya yang lain melihat mobil tersebut sudah kembali dan membawa satu ekor kerbau jenis betina, dan setelah pelapor  memberhentikan mobil tersebut melihat bahwa ternak kerbau yang diatas mobil adalah miliknya (pelapor),karena yang mengangkut (terlapor) tidak dapat menjelaskan tentang kebenaran atas ternak dimaksud kemudian ternak langsung di turunkan dan terlapor meninggalkan lokasi dimaksud.

Oleh karena terlapor langsung meninggalkan lokasi diturunkannya ternak tersebut,kemudian pelapor menghubungi Pihak kepolisian memberitahukan peristiwa tersebut.

Oleh pihak kepolisian Polres Samosir langsung melakukan penyisiran atas keberadaan mobil jenis L300 yang di gunakan mengangkut kerbau tersebut dan juga sopir (terlapor) dan selanjutnya dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Adapun barang bukti berupa satu ekor Kerbau jenis betina,satu Unit Mobil Mitsubishi L300  No.Pol BK 8126 EA, uang dengan jumlah Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah) dengan rincian uang pecahan Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) sebanyak 40 (empat puluh) lembar, uang pecahan Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) sebanyak 40 (empat puluh) lembar.

"Kami Kepolisian Samosir akan mengusut tuntas terus pencurian ternak kerbau ini dan akan melakukan penjagaan ketat di setiap pintu masuk,"ujar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH, MH.

Dalam Prease Rilis ini turut hadir Kabag Ops Polres Samosir Kompol Lengkap Suherman Siregar,S.H, Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono, S.H., Kasat Intelkam Polres Samosir  AKP Sahala Harahap, S.H., Kasat Lantas Polres Samosir AKP Yuswanto,S.H, Kasat Sabhara Polres Samosir IPTU Tito Juardi,Kasat Narkoba Polres Samosir IPTU Natar Sibarani, S.H. Kasi Propam Polres Samosir AIPDA Jusup Ketaren,para Kanit Reskrim Polres Samosir,personil Sat Reskrim dan Narkoba Polres Samosir,tokoh Agama dan tokoh Masyarakat  Samosir dan Insan Pers Media Cetak dan online kabupaten Samosir.