Kota Bima, NTB.(Bhayangkara.News)
Dimasa Pandemik yang sedikit demi sedikit mulai ada pemulihan, di Sektor transportasi Perusahan Armada Bus sempat terpuruk bahkan ada yang hampir gulung tikar akibat efek dari masa Pandemik, batasan dan aturan yang di keluarkan oleh Pemerintah Pusat membuat sektor transportasi lesu beberapa bulan bahkan belum semua nya bisa pulih.


Sabtu(12/2) Sekitar Pukul.16.00 Wita. Kepada Redaksi Media Bhayangkara.News
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Bima Muchsin H. A. Hamed Ali, dalam press release nya, Terkait Keluhan beberapa pengusaha atas bebas nya Bus Tiara Mas beroperasi walaupun dalam keadaan Ijin Belum di perpanjang pihak Organda Cabang Kota Bima harus mengambil Sikap.

Pihak Organda Cabang Kota Bima, sudah pernah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB di Denpasar. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kadis Perhubungan Kota Bima, kemudian Organda Kota Bima, Organda Provinsi NTB, pengusaha Bus Tiara Mas dan Titian Mas.


Pada saat pengecekan terhadap izinnya diketahui Bus Tiara Mas baik izin Pariwisata maupun izin Bus AKAP tidak diperpanjang oleh pengusaha tersebut.
izinnya belum diperpanjang, ini sudah ada peneguran dari BPTD Bali-NTB,” ujarnya.

Ketua Organda Kota Bima mengungkapkan juga sejauh ini permohonan rekomendasi perpajangan izin trayek dari perusahan tersebut belum diajukan kepada kami lagi, pernah mereka melakukan pengajuan perpanjangan ijin Trayek tapi kami tolak.


Untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1), Perusahaan Angkutan Umum harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. memiliki paling sedikit 5 kendaraan
2. memiliki/menguasai tempat penyimpanan kendaraan yang mampu menampung sesuai dengan jumlah kendaraan yang dimiliki.
3. menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan (bengkel) yang dibuktikan dengan dokumen kepemilikan atau perjanjian kerjasama dengan pihak lain.

Karna salah satu Poin belum bisa di penuhi oleh perusahan tersebut, setiap perusahan Bus yang beroperasi di suatu Daerah harus mempunyai Poll, bukan kendaraan atau Bus nya di tongkrongin di sembarang tempat, itupun membuat kekumuhan wilayah Kota Bima, Pungkasnya.


Pernah juga dilakukan OPGAB terkait carut marut nya masalah ini yang sudah lama di laporkan ke Pihak Dishub belum juga ada tindakan yang benar2 kongkrit, bahkan Dishub sudah menggelar Razia bersama dengan Sat Lantas Polres Bima Kota, Organda dan koordinator petugas Terminal Dara. Hasilnya pun sudah dilaporkan ke pihak BPTD.


Tapi apa Pihak Perusahan Bus tersebut masih saja belum mau mengurus kewajibannya, untuk itu saya sebagai Ketua Organda Cabang Kota Bima mengatakan Kadis Dishub gagal memimpin Instansinya, ini masalah urgent yang tiap tahun akan terus timbul, ujarnya.(Jen)