Kota Bima, NTB.(Bhayangkara.News) Kaburnya 19 Narapidana itu berawal dari keributan yang disebabkan oleh salah satu Narapidana berinisial MR seorang tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Kelas II B Raba Bima. MR merasa keberatan dengan kasus yang sedang dihadapinya.

MR merasa kasus yang sedang dihadapinya berbelit-belit, sehingga menyulut emosinya dan mengajak sejumlah tahanan lain untuk kabur dari Rutan kelas II B Raba Bima itu.

Selasa (1/2/2022) sekitar Pukul 15.15, Wita di Saat warga binaan bersiap siap melaksanakan kewajiban Sholat Azhar,  Pasca Kerusuhan Rutan Kelas II B Raba Bima, yang membuat Panik seluruh warga Masyarakat di Sekitar Rutan.


Pasca Kerusuhan tersebut pada hari Rabu (2/2/2022) Sekitar Jam 05.00. wita (Kakanwil) Kemenkuham Nusa Tenggara Barat (NTB) Haris Sukamto tiba di Rutan Kelas IIB, Raba Bima

Sekitar Pukul 08.35 (Kakanwil) Kemenkuham Nusa Tenggara Barat (NTB) Haris Sukamto melakukan Press Konfers bersama beberapa media di Ruangan Kepala Rutan Kelas II B Raba Bima M. Saleh, dalam uraiannya Persoalan kemarin kekecewaan dan tidak ada nya rasa keadilan yang terusik kepada salah satu warga Binaan, terkait Proses Hukum diangkat tingkat Pengadilan dan Kejaksaan, dan itu salah satu respon manusiawi seseorang yang merasa kecewa.Ujarnya.


Upaya pembinaan intens terus dilakukan oleh Rekan Rekan yang ada di Rutan Kelas II B kepada warga Binaan, karna upaya kami disinilah memberikan pembinaan yang Terbaik Buat warga Binaan, terkait yang masih menjalani proses Hukumnya.


Juga adanya Over Kapasitas yang ada di dalam Rutan Kelas IIB, 245, Titipan Polres Bima Kota 29, Titipan Polres Kab. 4 Orang, Total: 278 warga Binaan.
yang seharusnya 145 Orang, harapan kedepannya agar Pemerintah Pusat, Propinsi dan Daerah, agar memperhatikan keadaan Rutan yang kurang layak dan harus sesak oleh warga Binaan akibat Over Kapasitasnya.


Sisa Warga Binaan yang Kabur 3 Orang, yang sampai saat ini belum kembali Ke Rutan dengan Total yang sempat melarikan diri atau Kabur 17 Orang.(Jen)