TAPUT-๐›๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ซ๐š.๐ง๐ž๐ฐ๐ฌ
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pendidikan berstandart nasional dan demi mewujudkan visi-misi Bupati Taput membangun pendidikan yang lebih baik untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas agar mampu bersaing di era digitalisasi saat ini.

Maka Pemkab Tapanuli utara melalui Dinas pendidikan di bidang sarana prasarana terus berupaya membangun dan membenahi, memperbaiki berbagai kekurangan fasilitas kebutuhan sekolah tingkat SD/SMP selama ini.

"Selanjutnya dinas pendidikan bidang sarana prasarana setiap tahunnya terus berpacu menggolkan anggaran yang lebih besar dari berbagai sumber bantuan dana agar prioritas pembangunan gedung rumah dinas kepala sekolah,gedung ruang kelas baru,laboratorium IPA,gedung perpustakan,gapura,pagar,taman baca,mck dan rehab ruang kelas , maupun pembuatan sanitasi, pembenahan,penataan lingkungan sekolah tingkat SD/SMP di kabupaten taput segera tercapai dengan tujuan agar proses belajar mengajar disekolah lebih baik dan nyaman.

Namun yang eronisnya" ketika tim media dan lsm melakukan pantauan monitoring dilapangan melihat hasil pekerjaan proyek rehabilitasi SMP Negeri 2, Desa Pangurdotan, kecamatan Pahae Julu sangatlah mengecewakan.

"Dan bahkan disinyalir bahwa hasil pekerjakan proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai bestek dan spesifikasi teknik maupun RAB sebagaimana yang tertuang di dalam perjanjian kontrak kerja yang telah disepakati.

Sementara anggaran yang direalisasikan untuk pelaksanaan proyek rehabilitasi perbaikan ruang kelas dan pengadaan perabot,besarannya tidak tanggung-tanggung sampai menelan anggaran berbiaya senilai Rp,650 juta yang bersumber dari dana alokasi khusus(DAK)tahun 2021(02/02/22).

"Berdasarkan fakta temuan tim media dan lsm" melihat hasil pekerjaan rehab bangunan sekolah tersebut seakan dikerjakan asal-asalan dengan mengabaikan ketahanan dan kualitas, bahkan seperti pekerjaan material keramik,lantai selasar belakang ruang kelas,dikerjakan tidak sesuai ukuran permukaan lebar lantai,keramik yang sudah terpasang dapat membahayakan para anak siswa/wi dan guru ketika melewati dan mempijak lantai keramik tersebut,dan bisa dikatakan,ibarat "jebakan Batman"dan keramik yang terpasang sudah rusak, pecah. 
Lalu ditemukan,bukan hanya item jenis pekerjaan keramik saja jadi sorotan, melainkan pemasangan rabung seng yang tidak rapi,kemudian 4 kamar wc sekolah dalam kondisi kotor tidak ada air,sambungan pipa dan kran air tidak terpasang, bahkan pemeliharaan, penataan lingkungan sekolah kurang diperhatikan,terlihat sampah menumpuk dibelakang ruang kelas, tembok dinding pinggir sebelah kanan gedung ruang kelas juga ditemukan sudah dalam kondisi retak memanjang dibawah atap.

Masyarakat menilai bahwa pekerjaan tersebut bisa diduga dan dikatakan amburadul dengan menelan pagu anggaran yang sangat "Bombastis"

Dan sebaliknya perbuatan tersebut patut diduga terindikasi korupsi"untuk mencari keuntungan dengan niat tujuan memperkaya diri sendiri.

"Terkait melihat hasil pekerjaan rehab sekolah SMP N 2 Kec Pahae julu seakan menuai kejanggalan.
Masyarakat meminta kepada Bapak Bupati Taput,kepala dinas pendidikan tidak menerima hasil pekerjaan dan mendorong pihak BPK dan inspektorat melakukan pemeriksaan yang mendalam dan jika terbukti hasil pekerjaan rehab sekolah tersebut tidak maksimal atau terjadi dugaa penyelewengan anggaran dari jenis item volume pekerjaan supaya dilakukan pemeriksaan oleh APH yang berwenang,untuk mengantisifasi timbulnya kerugian negara,,"ujar masyarakat.(Tim)
๐š๐šŽ๐š - Amir