Lamongan.news bhayangkara - .Ratusan rumah di desa payaman kecamatan solokuro jawa timur melakukan pengasapan /fogging untuk antisipasi pencegahan bahaya demam berdarah dengue (DBD)Berapa minggu lalu.jum'at 11/01/22.
 
Kegiatan Fogging ini berkerja sama dinas kesehatan lamongan puskesmas payaman dan serta desa payaman untuk melakukan kegiatan fogging tersebut.

Pengasapan/fogging tersebut  swadaya masyarakat(prabayar)Rp 10.000,00(sepuluh ribu rupiah)setiap rumah,sehingga saat ini  hangat di jadikan perbincangan masyarakat.
Awak media mencoba menulusuri kebenarannya mendatangi salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan nama,mengatakan kegiatan fogging ini sangat setuju sekali untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD ) ,saya juga antusias  kepada semua elemen yang  terlibat dalam fogging ini. 

satu keganjalan kami masyarakat, kenapa kegiatan fogging swadaya ini,dibebankan ke masyakarat.
Sepengetahuan saya fogging ini gratis dari dinas kesehatan.di daerah lain pun kegiatan fogging serupa gratis. kenapa  di sini prabayar,ya walau pun tidak besar tapi lumayan juga.kalau di kali puluhan rumah  dana nya cukup besar "cetusnya".

Seharusnya fogging/pengasapan tersebut walaupun prabayar itu bisa pakai dana desa ataupun dari dana pendapatan desa.untuk desa payaman lumayan lo hasil pendapatan lanjutnya.

Solikin selaku pelaksana program puskesmas payaman saat di konfirmasi melalui pihak telepon seluler via wa oleh media news.bhayangkara terkait fogging mengatakan semua pelaksanaan dari dinas saya pemegang program DBD , desa minta bantu,sampean tanya pak nawi selaku pelaksana fogging.

Kami pun mencoba menghubungi pak nawi selaku pelaksana fogging  dari dinas kesehatan kabupaten melalaui telpon seluler via wa mengatakan Kegiatan fogging ini gak ada gratis pak.kalau terkait  pembayaran  berapa tanya puskesmas pak.terkait berapa dusun/rumah yang saya tau desa pertama katanya 3.500 itu belum sekolahan.pondok dan  instansi "ucap" nya.

Kami dari awal media news.bhayangkara mencoba menghubungi andre selaku kepala puskesmas payaman untuk mencari kejelasan terkait fogging sebenarnya.

Selasa 08/02/22 awak media menghubungi pak andre melalui telpon seluler via wa,untuk minta waktu luang  kapan  bisa ketemu,andre menjawab nanti jika saya sudah agak longgar saya kabarin kembali.karna masih sibuk rapat di dinkes target seminggu ini yang berhubungan dengan vaksin lansia ujarnya.

Rabu 09/02/22 awak media menanyakan lagi kapan ada waktu luang biar kita bisa ngobrol ngobrol pak dan ada sedikit yang mau di konfirmasi terkait kegiatan fogging.andre pun menjawab dengan nada agak tinggi yang menurut saya,kurang etis dalam berkomunikasi sebagai seorang  pemimpin  puskesmas. dimana yang  notaben'nya sebagai pelayan masyarakat .
Mengatakan kepada media,saya yang dinas bekerja di puskesmas sungguh sungguh sampai sering kecapean dan sering sakit karna banyak yang saya urusin (saya ya marah).seperti saya ini sudah bekerja sungguh sungguh tapi engga di anggap.sampai sampai awak media di katain tidak punya etika dan tidak professional dalam berkomunikasi.

Indra selaku kabid dinas kesehatan ,  mengatakan kalau 100 rumah itu gratis mas dari dinas kesehatan,lebih dari itu desa payaman  mengajukan  permohonan fogging/pengasapan ke puskesmas payaman,terkait bayar itu urusan desa dengan puskesmas payaman.

Sekdes payaman padlan saat di konfirmasi awak media tentang fogging. mengatakan Fogging ini swadaya masyarakat,untuk total pembayaran berkisar kurang lebih 22 juta apa 24 juta lebih sekian gitu lah "ucapnya".

 media news.bhayangkara sangat berupaya untuk menghubungi kepala puskesmas  tapi tidak di indahkan hingga berita di terbitkan kami pun belum ada komunikasi.

Kami sebagai media kontrol news.bhayangkara memohon untuk kepala dinas kesehatan lamongan untuk di tidak lanjuti terkait fogging di desa payaman ini karna ada indikasi dugaan pungli.(ramli)