Kota Bima, NTB.(Bhayangkara.News) 
Soal dugaan postingan di media sosial penyalahgunaan Dana Covid 19 di Kota Bima beberapa waktu yang lalu dan sempat menjadi trending topik beberapa saat, akibat permasalahan postingan tersebut timbul inisiatif Barisan Kekuatan Rakyat Kota Bima (BAKAR) melaporkan secara resmi penggiat Anti Korupsi Al Imran ke Pihak SPKT Polres Bima Kota pada hari Rabu (2/2/2022) lalu.



Senin (14/2) Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin mengatakan kebeberapa media yang sempat bertandang ke Polres Bima Kota. 


"Sudah dua orang saksi diperiksa oleh pihak penyidik, dan pada hari ini jadwal pemeriksaan terlapor, namun terlapor tidak bersedia diperiksa oleh pihak penyidik Unit Tipidter Reskrim Polresta Bima Kota, menurut Terlapor, dalam hal ini pelapor tidak mencantumkan delik Pasal Pidana ITE yang disangkakan".pungkasnya.


Lewat Redaksi media Bhayangkara News, menurut terlapor kami belum bersedia memberikan keterangan atas laporan Barisan kekuatan Rakyat (BAKAR) saudara Parlan Cs atas dugaan menyiarkan berita bohong melalui media sosial, mengingat Pelapor tidak mencantumkan Delik pasal pidana ITE yang disangkakan sebagaimana laporannya,


Menurut Al Imran, Pasal yang disangkakan harus dicantumkan karena tahap penyelidikan adalah untuk mencari perbuatan pidana/unsur unsur pidana, bagaimana mencari perbuatan pidana kalau saja pasal pidana yang disangkakan tidak diketahui, delik pasal pidana yg disangkakan adalah kewajiban terlapor untuk mengetahui, pungkasnya.(Jen)