Kota Bima, NTB.(Bhayangkara.News) Tidak terima namanya dicatut oleh Customer FIF Cabang Bima yg bernama Sulaiman Warga Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima dan diketahui namanya dicatut, Syafruddin mendapat telepon dari seseorang yg mengaku sebagai Pegawai FIF yg menggunakan no Hp 0823401498XX menjelaskan bahwa saya dari FIF ingin memberitahu, bahwa Pak Syafruddin menerima Over Kredit sepeda motor dari Sulaiman ungkapnya, dalam percakapan sekitar jam.12 siang Rabu kemarin.


Merasa tidak pernah ada Transaksi dengan siapun, saya mengelak bahkan saya tidak ada hubungan dengan FIF, namun penelepon ngotot dengan nada ancaman, " Pokoknya Unit berada sama Pak Syafruddin karena Kwitansi tanda Over Kredit yg ditanda tangan diatas meterai dan Foto Copynya saya pegang maka dasar itu saya taunya Unit Sepeda Motor berada pada Syafruddin," 


Rabu (10/2) sekitar 13,30 Wita mendatangi Kantor FIF Cabang Bima yg terletak di Kelurahan Paruga Kecematan Rasanae Barat Kota Bima, Untuk melakukan klarifikasi.


Cs FIF mencoba menghubungi no Hp 0823401498XX, tersambung dan komunikasi, memang ia, dia adalah pegawai FIF yg bertugas diluar di akui seorang Wanita yg bertugas sebagai CS pada FIF cabang Bima tersebut.
Petugas CS di Kantor FIF juga memperlihatkan juga foto Copy Kwitansi yg dikirim via WA oleh pegawai yg ditugaskan diluar tersebut.


Tak lama kemudian datang dua orang laki laki tanpa menjelaskan Idetintas dan kapasitasnya langsung menjelaskan tentang proses Over Kredit, bahwa semua harus sepengetahuan Kantor tidak Sesederhana itu, jelasnya.


Sementara Customer FIF Sulaiman warga melayu yang mengaku telah mengalihkan unit kepada syafruddin sampai berita ini ditulis belum ketemu , karena alamat yg dijelaskan oleh penelepon secara umum tidak menjelaskan RT/RW nya.


Terkait dengan Pencatutan nama dan Pemalsuan tanda tangan pada foto kopy Kwitansi yg ditunjukan oleh CS FIF pada Rabu lalu, Syafruddin mengungkapkan " saya akan matangkan dulu rencana untuk membawa persoalan ini keranah Hukum ."pungkasnya.
(Jen)