TAPUT,(BHAYANGKARA NEWS)-Masyarakat Desa Janji Natogu, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara sangat menyesalkan kebijakan pemerintah desanya terkait tidak realisasinya rencana pembangunan jembatan yang diusulkan masyarakat pada rapat Musrembang Desa tahun sebelumnya.

"Sebaliknya,kenapa? Malah beberapa kegiatan di desa seperti  pekerjaan infrastruktur sarana prasana jalan rabat beton terkesan dibangun  seakan sangat dipaksakan,yang saat ini masih tahap dikerjakan,"ungkap warga kepada kru media.
Maka, kenapa kami sebagai masyarakat Desa Janji Natoju merasa kesal dan komplen terhadap kebijakan pemerintahan desa kami, di sebabkan karena gagalnya usulan rencana pembangunan jembatan yang dibutuhksn masyarakat,sebagai sarana penghubung dan fasilitas sarana penyeberangan ke areal lahan pertanian  untuk menopang kelancaran aktivitas kegiatan pertanian, secara khusus  demi peningkatan ekonomi masyarakat.

"Dalam hal ini,masyarakat juga menilai"jika pemerintah Desa Janji Natogu,serius menjunjung tinggi dan mendukung berjalannya VISI-MISI dan NAWACITA  Presiden RI Joko Widodo,agar sukses untuk dirasakan masyarakat.
Lalu yang menjadi pertanyaan'Kenapa pemerataan pembangunan didesa sesuai usulan musrembang seakan diabaikan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga tidak tepat sasaran berdasarkan program  prioritas percepataan pembangunan desa yang lebih maju untuk menopang peningkatan perekonomian masyarakat.

Kemudian masyarakat Juga mengharapkan kedepan terhadap pemerintah desa agar rencana dan realisasi pelaksanaan pembangunan sarana prasarana infrastruktur di desa seharusnya tidak timpang, bahkan harus dilaksanakan sesuai usulan prioritas kebutuhan masyarakat berdasarkan kesepakatan hasil ketetapan Musrembang Desa tersebut"tegas warga.

"Sementara apa yang terjadi dan dirasakan masyarakat dari sisi keluhan warga Dusun, Desa Janji Natogu saat ini,selain tidak realisasinya pembangunan jembatan sebagai sarana akses yang sangat dibutuhkan,bahkan kondisi jembatan yang biasa digunakan,terbuat dari bambu sudah sangat rawan dan mengancam keselamatan warga.

Warga juga menyoroti terkait  pelaksanaan kegiatan pekerjaan pembangunan rabat beton, pekerjaan sanitasi lingkungan dan saluran irigasi di desa tersebut,yang terkesan seakan dipaksakan,juga menimbulkan berbagai banyak pertanyaan,dengab menuai sarat kejanggalan  ,"papar pengurus BPD Desa dan warga.20/01

Lanjut, pengurus BPD dan warga dusun menyoroti dengan menilai sepertinya pelaksanaan kegiatan pembangunan didesa terkesan dipaksakan untuk dikerjakan"salah satunya kegiatan pekerjaan jalan rabat beton dan sanitasi lingkungan desa tahun anggaran PAPBDes tahun 2021 yang bersumber Dana desa setidaknya tidak terlalu mendesak untuk dibangun, namun kebutuhan pembangunan insfratruktur jembatan tersebutlah yang  paling prioritas untuk dibangun sesuai kebutuhan masyarakat sebagai sarana alat penyeberangan diarel lahan pertanian , "jelasnya dengan nada kesal, kepada awak media.

"Kami selaku BPD Desa juga menyesalkan terkait keputusan dan kebijakan yang selalu terjadi dilaksanakan di desa  seakan telah mengabaikan usulan dari hasil Musrembang desa  dengan melakukan tindakan kebijakan sewenang-wenang dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di desa, dan bahkan mengabaikan tupoksi BPD selaku penampung aspirasi masyarakat,baik dalam pengawasan penyelenggaraan desa,dan pengelolaan keuangan desa supaya mengacu pada azas transfaransi yang akuntabel, jujur dan bersih bebas KKN.

Namun yang paling eronisnya selama ini adanya terjadi rangkap jabatan ditubuh pemerintahan Desa Janji Natogu oleh  kaur keuangan sebagai bendahara desa merangkap jadi operator ditambah lagi menjadi PPTK dari kegiatan fisik insfratruktur desa.

Sejak awal realisasi pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton dan pekerjaan sanitasi lingkungan maupun rehabilitasi saluran irigasi  yang sudah dikerjakan, selalu tidak menjunjung tinggi azas transfaransi keterbukaan informasi publik kemasyarakat.

Bahkan dari hasil informasi masyarakat dan pantauan tim media maupun LSM menemukan di lapangan lokasi pelaksanaaan pekerjaan rabat beton yang masih dikerjakan tidak memiliki papan informasi kegiatan dan tahap pelaksanaan pekerjaannya telah menyeberang sampai tahun anggaran 2022 saat ini, yang bersumber dari Dana Desa anggaran PAPBDes Janji Natogu tahun 2021.

"Hasil monitoring tim LSM dan Pers di lapangan terkait pekerjaan rabat beton ditemukan pasangan campuran semen cor dengan menggunakan matrial pasir dalam kondisi kotor bercampur batu apung begitu juga penggunaan matrial batu cor yang tidak dicuci bersih,dan dingding lantai rabat beton ada yang berongga,pasangan tidak padat sebagaimana teknis standar kontruksi rabat beton. 

Diduga berdasarkan rencana anggaran biaya kegiatan bangunan rabat beton"senilai; Rp 273 juta, rehabilitasi saluran irigasi,"senilai;Rp 87 juta dan sanitasi lingkungan,senilai;Rp 102 yang bersumber dari dana desa PAPDes tahun 2021 Janji Natogu kec  pahae julu,Mark up anggaran.

Oknum bendahara Desa yang diangkat sebagai PPK bemarga Sitompul kurang  mengerti akan tupoksinya dan pelaksana Desa Janji Natogu dari kecamatan bernama Jusner Siagian tidak bisa menjadi contoh yang baik dan ketika dikonfirmasi di kantor Desa selalu mencari pembenaran sepihak, kenapa kami katakan begitu? karena kami ada dokumentasi di lapangan Vidio pekerjaan di lapangan.

Camat P. Julu Maradu Sitompul ketika dihubungi via WhatsApp mengatakan terimakasih informasinya Lae,saya akan turun ke lapangan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa sesuai keluhan masyarakat,kita segera mengecek semuanya kelapangan," jawabnya menanggapi.26/01(Amir)