Kota-Bima(bhayangkara.news) Tidak di Sangka-Sangka Salah Satu Warga di Kelurahan oi foo Kadole, atas Nama Nurmah pemelik rekening BNI TAPLUS, mengalami kerugian sebesar Rp 7.750.000,00,- dari Saldo awal, Rp. 7.864.530.00,- sisa Saldo di  rekening sekarang Rp.114,530.00,-.
Selasa 11/01/2022, Nurmah lewat Redaksi media bhayangkara.news mengatakan, Saya benar benar Bingung ada Apa sampai bisa terkuras dan hilang nya Saldo di rekening saya, tanpa pernah melakukan transaksi ataupun penarikan lewat ATM, ataupun melakukan Transfer, aneh nya juga kenapa ATM di Blokir, bahkan saya harus di Suruh ganti ATM Baru, masih juga ada keanehan nya di Print Out Transaksi Buku Rekening saya di Pake tulis tangan.
Perlindungan hukum didalam Peraturan Perbankan tersebut diatur dalam pasal
29 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. 

menyatakan bahwa : “Untuk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai timbulnya risiko kerugian sehubungan dengan transaksi nasabah yang dilakukan melalui bank”.

Juga dapat dilihat secara tegas perlindungan hukum yang didapatkan oleh nasabah sudah diatur sesuai dalam Pasal 4 huruf e Undang-Undang Nomor 8 Tahun 
1999 Perlindungan Konsumen telah disebutkan secara jelas bahwa : “hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
Upaya Penyelesaian Akibat Pembobolan Rekening Nasabah.

Pihak BNI Cabang Bima yang coba kami hubungi untuk di mintai klarifikasi, tidak bisa lagi di temui karena Nomor Antrian sudah Habis.(Jen)