Kota-Bima(Bhayangkara.News) Terkait pengklaiman Tanah Blok 70 Ama Hami Kota Bima milik Hj. Maemunah seluas 54 Are, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima, yang sampai Saat ini belum ada Dasar Hukumnya (Alas Hak), jelas mengundang pertanyaan Publik, Benarkah pengklaiman ini bisa dibuktikan oleh Pemerintah Kota Bima.



Rabu 20/1/2022 Dr.Hc. H.Supardin.BC, SH. mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima tahun 2003 Via Video Call, dengan Beberapa media, dan salah satunya Media Bhayangkara News mengurai semua tentang Penyerahan Aset di Tahun 2003, sesuai Surat yang saya tanda tangani.






Sesuai Surat "Keputusan DPRD Kabupaten Bima Nomor: 22 tahun 2003 Tentang Penetapan Persetujuan Penyerahan Aset Aset Pemerintahan Kabupaten Bima Kepada Pemerintah Kota Bima, dan Penghapusan dari Inventaris Pemerintah Kabupaten Bima" yang ditetapkan di Raba Bima pada tanggal 13 Nopember 2003.


Dr.Hc, H.Supardin BC, SH, mengurai Fakta yang harus publik tahu, bahwa pada masa saya menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Bima tahun 2003 sesuai di dalam lampiran Surat Penyerahan aset tersebut bahwa Pemerintah Kabupaten Bima Hanya menyerahkan Taman dan Monumen dalam Kota. 



Bukan menyerahkan tanah masyarakat, itu sudah sesuai dengan surat yang saya bubuhkan tanda tangan, jadi saya harapkan kepada Oknum2 yang sama sekali tidak pernah terlibat, jangan membuat lagi pernyataan yang salah kepada Publik.pungkasnya.



Di Tempat Terpisah Mantan Ketua DPRD Kota Bima Rabu (20/1/2022) Subhan H.M. Nur SH yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Golkar Kota Bima dan juga mantan Anggota DPRD Kota Bima dua Periode, mengatakan lewat Redaksi Media Bhayangkara.News, "Saya sangat setuju apa yang pernah di uraikan oleh Wakil Walikota Bima dan Sekda Kota Bima, 



Bahwa Area Tanah Blok 70 Bukan milik Pemerintah Kota Bima, itu milik masyarakat karena sesuai dengan surat yang di serahkan oleh pemerintah Kabupaten Bima, bahwasa nya Pemerintah Kabupaten Bima hanya menyerahkan Taman dan Monumen se Kota Bima, jadi tidak di sebutkan Blok 70 Tanah milik Masyrakat".ujarnya(Jen)