Kota-Bima(bhayangkara.news) Sejumlah terlapor kasus dugaan pencurian Baruga dan pagar serta lainnya diatas tanah blok 70 amahami akan kembali di periksa penyidik Polda NTB.

Dihimpun dari media bhayangkara.news. jauh sebelumnya, penyidik yang sudah memanggil dan memeriksa sejumlah terlapor berdasarkan laporan Ahyar Anwar di bulan September 2021 lalu, akhirnya menuai titik terang.


Pasalnya, laporan yang menggunakan pasal 362 dan 170 KUHP tersebut, disinyalir akan segera di tetapkan tersangka dan berkas kasusnya akan segera di limpahkan ke kejaksaan setelah sejumlah terlapor kembali di panggil dan di periksa.


Kamis, (13/1/21) di pastikan sejumlah terlapor akan kembali memenuhi panggilan penyidik Polda NTB. Belum di ketahui siapa saja yang sudah di Surati penyidik. Namun, sejumlah nama terlapor sebelumnya kembali di Surati untuk menghadap penyidik Polda NTB. Salah satunya, adalah oknum Kasat Pol PP, Oknum Kepala BPN dan Oknum Kabid Aset dan sejumlah nama lainnya.


Ahyar Anwar, tidak membantah soal informasi tersebut. Bahkan pihaknya jauh jauh hari sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan dan penyidikan dari Polda NTB atas kasus yang ada. " Saya sudah dapat informasi tentang hal itu, dan surat pemberitahuan tentang penanganan kasusnya". Ujarnya.


Atas penanganan kasus sesuai laporannya, Ahyar Anwar menyampaikan apresiasi atas kerja dan kinerja penyidik Polda NTB. Pihaknya berharap, agar terlapor dapat segera ditentukan para tersangkanya, serta mendesak penyidik untuk menahannya.


Berdasarkan pasal yang disangkakan, maka tidak sedikit dari kasus di Polres yang menggunakan pasal tersebut langsung di tahan. Semoga dari balik kasus Dugaan Pencurian, perampasan barang barang hak milik orang lain di atas tanah blok 70, juga berlaku sama. Harapnya.


Ahyar meyakini kasus yang sedang di tangani secara serius di laporkannya dapat naik hingga di tingkat Pengadilan.(Jen)