TAPUT,BHAYANGKARA.NEWS-Hasil monitoring dan pantauan Tim LSM dan beberapa media cetak, online dan TV(elektronik)di sekolah SMP Negri 3 Pahae Julu Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara temukan bendera merah putih berkibar dalam kondisi robek dan kusam.

"Melihat kejadian tersebut,sangatlah miris dan  eronis setelah menemukan pemasangan bendera merah putih dalam kondisi rusak.

Pemasangan dengan pengibaran bendera merah putih yang kondisi dalam rusak dan kusam di SMP N 3 Kec Pahae Julu" seharusnya tidak terjadi,hingga terkesan adanya dugaan unsur kesengajaan oleh pihak sekolah. Sesuai dengan peraturan pasaL235 RKUHP melakukan perbuatan lain terhadap bendera, mengibarkan bendera Negara yang rusak, robek, luntur,,kusut atau kusam, mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain atau memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara bisa dihukum pidana dan dengan denda 10 juta rupiah.

"Namun berdasarkan hasil monitoring tim lsm dan 4 awak media online Info pengawas korupsi.com, Siasat kota, Bayangkari News.com dan Buser 45.com saat melakukan pantauan di SMP Negeri 3 Pahae julu.

Disisi lain hasil investigasi lapangan,"sebalik masyarakat dan lsm,juga media sangatlah menyoroti dan mempertanyakan terkait realisasi penggunaan dana bos tahun 2020-2021 tentang dana perawatan dan belanja kebutuhan lainnya di sekolah tersebut

Tetapi yang menjadi sorotan  dan pertanyakan masyarakat,lsm juga media,yaitu," apakah dana bos sekolah tersebut tidak cukup untuk digunakan sesuai rencana kegiatan anggaran belanja kebutuhan perawatan dan pemeliharaan rutin lingkungan sekolah yang dikelola oleh bendahara dan Kepala Sekolah SMP N 3,M Sianturi,21/01

Lanjut ketika dikonfirmasi via whatsupp, Kepsek  M Sianturi langsung menanggapi dan meminta tim dan awak media bertemu, namun pertemuan tersebut seakan hanya pembelaan diri yang mengatakan bahwa bendera yang baru sudah dibeli untuk mengganti bendera yang robek tersebut,"22/01.terangnya.

Menyoroti terkait masalah Bendara Merah Putih yang berkibar dalam keadaan robek, kusut dan kusam, yang menimbulkan pertanyan “kemana dana perawatan sekolah ”sekretaris LSM LPPS RI Amir Hutabarat akan segera melaporkan ke Dinas terkait dan Kejari Tarutung

Hal itu dikatakan,agar Kepala Sekolah dan Bendahara diperiksa sesuai aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.