Kota-Bima(Bhayangkara.News) Di Salah Satu Media Nasional Kapolres Bima Kota AKBP. Henry Novika Chandra, S.ik, pernah menegaskan Kasus dugaan Pemerkosaan korban disabilitas yang terjadi di wilayah hukum nya tidak di hentikan, Polisi hanya mengeluarkan SP2HP A2, atau Surat pemberitahuan hasil penyelidikan.


Penegasan ini disampaikannya di halaman Polres Bima Kota pada tanggal (1/11/2021) dia menjelaskan Berdasarkan hasil laporan yang ada diduga telah terjadi Pemerkosaan yang melibatkan anak disabilitas.

Tetapi Kata Henry, berdasarkan hasil pengumpulan bukti, yaitu berupa Barang bukti dan Alat Bukti, di temukan Fakta hukum menyatakan yang bersangkutan di bawah umur terbantahkan.


"Pada Kartu Keluarga yang bersangkutan berusia 19 tahun sebut nya".


Selain itu Kata Henry pihaknya sudah menghadirkan Pisikolog dalam proses penyelidikan, dinyatakan bahwa korban tidak terkategori keterbelakangan mental.


Hingga Saat ini masih didalami daam waktu dekat, perkara akan di gelar di Polda NTB, ungkap Henry.
ia juga memastikan Pihak Kepolisian akan bekerja Secara Profesional dalam mengukap kasus Apapun.


lewat Media Bhayangkara.News. Jumat (14/1/2022), Al IMRAN Kuasa Hukum dari terduga, mengatakan " Kekacauan cara berpikir aparat penegak hukum apabila UU perlindungan anak dikenakan pada orang Dewasa".

" Kami keberatan terhadap sikap aparat penegak hukum penyidik Ditreskrimum Polda NTB yang menggunakan UU Perlindungan Anak dikenakan terhadap orang Dewasa, yang pada prinsipnya kami mendukung Aparat Penegak Hukum memproses atas laporan masyarakat namun dasar hukumnya harus jelas ".


"Bukan mengada ngada dan/atau di ada adakan Kami selaku kuasa hukum keberatan atas penggunaan UU Perlindungan Anak dikenakan terhadap kasus orang dewasa, karena Korban adalah sudah Dewasa bukan anak dibawa umur, tentu sudah sesuai Akta Kelahirannya, Korban Lahir pada tahun 2002, itu yang tertera dalam Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga, atas hal tersebut dalam waktu dekat kami akan melaporkan pada Kadiv Propam Mabes Polri, agar penerapan Undang Undang tidak dilakukan secara sewenang wenang.ungkapnya.(Jen)