Purwakarta 20/01/2022  Bhayangkara.news-  Keluarga Besar Paguyuban Tatali Wargi Ulin Usik Cilalawi Paleredan
Menyikapi celotehan dari seorang bernama Arteria Dahlan dalam Raker komisi III DPR RI yang ucapanya tidak pantas untuk di lontarkan yang seolah olah merasa paling benar atas keegoisannya.


Dua kalimat yang sangat menusuk perasaan bagi orang Sunda, ucapan  Arteria Dahlan sudah jelas jelas menghinakan dan telah mengkriminalisasikan orang Sunda.


UUD 1945 pasal 32 ayat 2 saja bahwa " negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional termasuk bahasa Sunda. Jadi, apa salahnya kalau diantara pejabat yang sedang melaksanakan Raker di daerahnya ataupun di mana saja berbicara mempergunakan bahasa daerahnya dan tidak menutup kemungkinan seorang pejabat atau pimpinan rapat tersebut akan berbicara seutuhnya mempergunakan bahasa daerahnya, mungkin saja hanya menyisipkan satu dua kata atau beberapa kalimat dengan tujuan untuk mencarikan suasana.
oleh karena itu, wahai Saudara Arteria Dahlan, Kami sarankan agar anda untuk segera meminta maaf kepada MASYARAKAT Sunda secara kesatria.
Janganlah anda : *merasa paling pintar, 

*menganggap orang lain bodoh dan tidak paham, 

*merasa paling berhak untuk mengkoreksi orang lain sepanjang waktu tanpa etika,

 *tidak bisa menerima saran orang lain.

sekali lagi segera anda untuk melakukan permohonan maaf secara kesatria.
Aya paribahasa Sunda : *Taktak moal ngaluhuran Sirah* " Ungkap Abah Cece Husni Romli selaku Ketua Paguyuban Tatali Wargi Cilalawi Paleredan.

Orang Sunda itu, khususnya Jawa Barat punya nilai luhur tentang 'someah ka semah, hade kasasama, rengkuh kasaluhureun, buktinya banyak suku lain yang betah di tatar sunda," jelas Dava Sekjen Paguyuban Tatali Wargi Cilalawi Paleredan.