NTB (bhayangkara.news)-
lewat Media Bhayangkara.News, Senin (17/1/2022) Al.Imran Kuasa Hukum dari Terlapor mengatakan, "Langkah awal sebelum kami melaporkan pada Kadiv Propam Mabes Polri, Dalam waktu dekat kami akan melaporkan terlebih dahulu kepada Kepala Biro Pengawasan Penyidikan (Karowassidik) Bareskrim Mabes Polri agar melakukan pengawasan secara langsung terhadap penanganan perkara dugaan pidana Persetubuhan Terhadap Anak.


Dengan Laporan Polisi Nomor ; LP/298/XI/2021/SPKT/Res Bima Kota/Polda NTB, yang awalnya kasus tersebut ditangani oleh Unit PPA Reskrim Polresta Bima Kota namun PPA Reskrim Polresta Bima Kota telah mengeluarkan SP2HP (A2) yang mana kasus tersebut belum bisa ditingkatkan pada tahap Penyidikan.


Dengan alasan antara lain belum cukup bukti, karena korban adalah telah dewasa dan/atau bukan anak dibawah umur, mengingat kasus tersebut adalah dikenakan Undang undang Pelindungan Anak.


Namun tiba tiba setelah gelar perkara di Polda NTB, kasus tersebut diambil alih penanganannya oleh Ditreskrimum Polda NTB dan langsung naik ke tahap Penyidikan. 


Namun faktanya korban adalah sudah berumur 19 tahun terhitung sampai terjadinya Persetubuhan, apabila umur seseorang sudah melebihi 18 tahun maka bukan lagi kategori anak dibawah umur, 


Hitungan umur tersebut adalah acuannya dari Akta Kelahiran dan telah didukung oleh data yang tercantum dalam kartu keluarga bahwa korban lahir pada 01Juli 2002.


Apabila Undang Undang Perlindungan anak dikenakan/gunakan untuk orang dewasa maka hal tersebut sudah merupakan tindakkan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum, maka dari itu butuh intervensi dari Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Mabes Polri, apabila hal ini tetap berjalan maka akan menciderai nama Institusi Penegak Hukum


Antara lain yang kami temukan ada nya Kejanggalan dalam surat Panggilan untuk Terlapor tercantum dalam pertimbangan yakni dugaan tindak pidana perkawinan yang sah menjadi penghalang untuk kawin lagi atau Perzinahan., padahal pokok perkara adalah Persetubuhan Terhadap Anak.


Pidana Perzinahan adalah delik aduan apabila istri pelaku yang melaporkan.ujarnya.(Jen)