Kota Bima(bhayangkara.news) Mengejutkan tiba tiba tercetus dari Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bima dihadapan wartawan Metro NTB  dan Wartawan Reportasebima "Terkait tanah blok 70 seluas 54 are watasan Amahami Kelurahan Dara Kecamatan Raba Kota Bima. 


Sekda dengan tegas menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima mengakui bukti kepemilikan tidak lengkap, "Memang ada satu bukti yang tidak ada". Cetusnya belum lama ini. 


Sekda terlihat kecewa juga bingung dari proses administrasi blok 70. Pihak Pemerintah akan menyerahkan kembali tanah tersebut, tentu setelah melalui proses Jadi bukan sekarang ini harus langsung diserahkan tapi nanti akan diserahkan, terangnya. 


Besar harapan pihaknya bahwa proses hukum di laporkan ahyar anwar ke Polda, disarankan penyidik agar tidak lagi memeriksa bawahannya Untuk selanjutnya cukup dirinya yang diperiksa, "Selanjutnya panggil saya saja dan biar saya yang bertanggung jawab". Harapnya. 



Ungkapan dan juga pernyataan Sekda sangat relevan dengan SP2HP Resort Bima Kota tahun 2014 bahwa pemerintah kota bima tidak memiliki alas hak sehingga laporan atas penyerobotan lahan/tanah yang dimaksudkan Pemkot tidak terbukti. 


Mengalir kasus tanah blok 70 amahami oleh ahyar Anwar, telah melaporkan secara resmi ke pihak Polda NTB sejumlah oknum dalam dugaan pencurian perampasan hak milik orang lain Tertuang dalam pasal 362 dan 170 KUHP.


Informasi yang di dapatkan media bhayangkara.news, bahwa kasus yang dilaporkan tersebut bukan "Kasus Biasa ini adalah Kasus Luar Biasa", juga secepat nya akan ditetapkan siapa aja yang terlibat bahkan akan menjadi tersangka, kita tunggu kerja keras dari DIRRESKRIMUM POLDA NTB untuk terus bekerja dan tidak satupun yang di istimewakan Kasus Blok 70.(Jen)