(Bhayangkara.news)-
Puluhan jurnalis yang kesehariannya melakukan tugas peliputan di Kabupaten Samosir, mendukung kepolisian mengusut aliran dana yang diterima makelar kasus berinisial FS.

"Karena ulah FS itu merusak citra jurnalis, Polres Samosir harus mengungkap aliran dana Rp. 70 juta itu," sebut seorang jurnalis Soritua Manurung.

Ia merasa geram, dengan ulah FS yang dinilai sudah menodai nilai luhur profesi jurnalis. 

Jurnalis lainnya, Tumpal Sijabat juga mengatakan hal senada, peruntukan uang yang diterima FS harus ditelusuri pihak Polres. 

"Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon dimintai secepatnya mengusut aliran dana yang diterima FS," tegas dia. 

Dikatakan Tumpal, agar institusi kepolisian bersih dari preseden negatif, Kapolres Samosir perlu secepatnya mengungkap perilaku FS.

Di seputaran Mapolres Samosir, tepatnya di Warkop Jurnalis, tempat biasanya para jurnalis berkumpul, para wartawan sepakat menyurati Kapolres Samosir. 

"Kita akan menyurati Kapolres Samosir secara resmi secara bersama sama, agar tidak ada markus markus lagi berkeliaran di Mapolres," kata Marihot Simbolon wartawan media harian terbitan Medan. 

Diberikan sebelumnya, seorang makelar kasus yang mengaku ngaku sebagai wartawan menerima uang Rp. 70 juta dari tersangka judi togel. 

Diduga kuat uang puluhan juta itu, untuk pengurusan para tersangka di Polres Samosir.

Namun kasus dimaksud saat ini sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejari Samosir.