LombokTimur(bhayangkara.news)- Diduga karena terhasut beredarnya konten Video Penceramah bermuatan SARA. Sekelompok massa tidak dikenal nekat melakukakan penyerangan dan membakar kendaraan di pesantren AS-Sunnah di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Minggu (2/12) Pagi.
Isu yang diduga dari konten yang sudah teredit dan dikemas seolah oleh menghina Makam makam di Pulau Lombok. Konten ini sendiri ini terlanjur tersebar oleh oknum tak dikenal melalui Media Sosial dan Grup Pesan Singkat.

Kejadian perusakan dan pembakaran di pesantren AS-Sunnah di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur ini dijelaskan oleh Kapolres Lombok Timur

"Tadi jam 2.30 Wita kelompok masyarakat itu kurang lebih 300 orang melakukan penyerangan di Markas As-Sunnah. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua dirusak, satu unit roda empat dibakar," jelas Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono.

Adanya kalimat dan video  terpotong dan diduga menjelek jelekkan makam para Ulama di Lombok ini, akhirnya menyebabkan massa secara sepihak menyerang dan melakukan pembakaran di pesantren AS-Sunnah di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel.

"Kita akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kejadian perusakan dan yang juga kita akan melakukan penyidikan tentang ujaran kebencian yang mana akibat adanya video yang dipotong dan menjadi viral sehingga muncul gerakan masyarakat malam tadi," Ungkap Kapolres

Di grup grup media sosial seperti Facebook pun memuat 'kemarahan' atas konten yang disebarkan oleh oknum yang masih diselidiki pihak berwajib.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan kejadian tersebut diduga buntut dari menyebarnya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok.

"Dalam waktu dekat kami akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian tersebut, percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut dan masyarakat agar tenang," jelasnya.

Dijelaskan, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan, terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut.(Jen)