Pemalang,(bhayangkara.news)- Rabu 5 Januari 2022,team investigasi media bhayangkara.news,menemui kepala desa terkait,dugaan pungli yang di lakukan oknum ketua kelompok dan dugaan atas ada warga yang tergolong orang mampuh namun mendapat bantuan PKH.

Berdasarkan aturan dari pemerintah melalui kementrian Sosial,bahwa tujuan dari bansos PKH dan BPNT agar menopang, meringankan kan dan menaikan taraf gizi buat anak-anak Indonesia.

Setelah team media bhayangkara.news,mencoba konfirmasi langsung kepada kades kebon gede,terkait dugaan temuan team bhayangkara.news,kades kebon gede membenarkan jika hal itu memang terjadi dan oknum ketua kelompok sudah di panggil,dan kades pun menjawab pertanyaan awak media terkait jika ada warga yang sudah tidak layak mendapat bansos PKH atau BPNT,jika kita beracuan pada aturan Kemensos,bahkan banyak KPM yang tak layak dapat ,jika kita beracuan pada pedum,tutur kades kebon gede kepada awak media bhyangkara.news,

Di tempat terpisah kami mencoba konfirmasi kepada pendamping PKH dan TKSK kecamatan Bantar bolang,terkait ada nya oknum ketua kelompok yang melakukan tindakan pungli kepada KPM,dan tidak tepatnya sasaran di beberapa penerima bansos PKH atau BPNT,namun team media belum mendapat jawaban yang signifikan.

Media bhayangkara.news akan terus menindak lanjuti dugaan ada nya kesalahan oknum ketua kelompok atas nama (NBTI) yang melakukan pungli dan adanya Penerima manfaat PKH yang memiliki mobil namun masih dapat bansos PKH.

Di tempat terpisah Taufik Hermanto dari aktivis aliansi Indonesia,mengatakan jika yang terjadi di desa kebon gede ini ke blinger,kok orang punya mobil masih dibiarkan mendapat bansos PKH atau BPNT,dimana tugas Pendamping PKH dan TKSK,sebagai pelaksana pengawasan Program Bansos PKH dan BPNT,jika memang ada yang sudah tidak layak dapat ya di graduasi,agar warga yang miskin juga bisa dapat bantuan,jangan ini malah di diamkan,tuturnya Taufik.

Saya meminta untuk KPM yang tidak layak lagi dapat Bansos PKH,namun tidak mau menyerahkan sendiri,laporkan saja ke Pihak kepolisian agar ada contoh dan efek jera,agar kesadaran warga desa kebon gede bisa di tumbuhkan pungkas Taufik.

Sampai berita ini terbit belum ada konfirmasi dan klarifikasi dari Dinas sosial kabupaten Pemalang.