samosir (bhayangkara.news)-
Seorang makelar kasus yang selama ini mengaku ngaku sebagai wartawan berinisial FS, menerima uang sebesar Rp. 70 juta dari tersangka kasus judi togel. 

Pihak keluarga tersangka yang melibatkan suami dan istri berinisial BH dan Br M dan saat ini sudah ditahan oleh Kejaksaan di Lapas Kelas III Pangururan, merasa dibohongi oleh FS kepada beberapa wartawan, Rabu (26/1/2022) di Pangururan menjelaskan kronologis pemberian uang kepada FS.

"Transaksi berlangsung di lokasi Mapolres Samosir, saya yang menyerahkan uang ke FS," sebut kerabat tersangka yang enggan ditulis namanya. 

Ia menambahkan, pemberian uang dalam jumlah besar itu diharapkan untuk membantu kerabatnya yang terjerat kasus judi togel. 

Ternyata kasus dimaksud saat ini sudah ditangani pihak Kejari Samosir, karena berkasnya sudah P21 dari pihak kepolisian. 

Ulah FS sebagai makelar kasus (markus) menuai masalah, karena urusan uang Rp. 70 juta yang diterima olehnya perlu ditelusuri peruntukannya.

"Ini harus ditelusuri sampai tuntas, karena mencemarkan profesi jurnalis," sebut seorang jurnalis yang bertugas di Samosir, Robin Nainggolan, kepada wartawan.

Dia mengatakan, agar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon menelusuri aliran dana Rp. 70 juta itu. "Jangan jangan FS menjual nama pihak kepolisian, " tegasnya. 

Selanjutnya Robin Nainggolan  menegaskan, agar komunitas jurnalis di Samosir melaporkan ulah FS, yang dinilai sudah mencoreng nilai luhur profesi jurnalis di Kabupaten Samosir.

"Kapolres Samosir harus mengungkap aliran dana yang diminta FS, kepada siapa diserahkan," tegasnya. 

Menurutnya, kalau ada oknum aparat kepolisian di jajaran Polres Samosir yang terlibat dengan perlilaku FS, harus diusut tuntas. 

"Sekarang ini pihak Polri sedang giat giatnya dengan jargon Presisi, kalau ada oknum yang berupaya merusak citra kepolisian harus diusut," ujar Robin serius.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp nya terkait adanya markus di Mapolres Samosir, sampai berita ini ditulis belum memberikan keterangan.