Kabupaten Bima.(Bhayangkara.News) Warga Kecamatan Tambora kabupaten bima mengaku kecewa dengan pelayananan petugas kesehatan puskesmas tambora tampa ada petugas kesehatan di puskesmas tersebut dimalam hari.

Salah satu warga yaitu ,, Ifayani.S.Ikom Anak dari Pasien  menjelaskan bahwa dia merasa kecewa sewaktu menemani pasien ke Puskesmas tetapi belum ada petugas satupun, "saya berada di Puskesmas  jam 21.00 malam. tapi petugas Puskesmas mulai dari satpam sanpai dengan kepala puskesmas  tidak ada satupun ", tegasnya saat dikonfirmasi via tlpn , Kamis (14/1/2022).

"Harusnya pegawai puskesmas sebagai pelayan publik, harus disiplin dengan waktu, apalagi mereka sebagai petugas kesehatan, warga yang datang ke Puskesmas pastinya orang yang sedang sakit butuh pertolongan," tambahnya.


Ditemui di tempat berbeda Endang yang mencari petugas kesehatan untuk pertolongan pasien mengalami hal yang sama, "pada saat saya sampai di puskesmas jam. 21:00 malam  langsung mencari petugas Puskesmas tapi petugas malah kosong padahal  pasien lagi  kritis," katanya.  

RIANSYAH Aktivis Humas LSM LP-KPK Bima, ikut angkat bicara. mengatakan segera bupati bima agar segera pecat kepala puskesmas tambora kabupaten bima yang tidak bisa menata pelayana puskesmas di malam hari. Karna akan merugikan kesehatan masyarakat di pelayanan malam hari.

Memang pelayanan puskesmas menjadi sorotan, mengingat pelayanan kesehatan di Tambora terpusat ke Puskesmas, seharusnya lebih meningkatkan pelayanannya agar masyarakat dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai visi-missi Bupati bima yaitu BIMA RAMAH," ungkapnya.

Humas LP-KPK Bima  menambahkan, "kami mendesak kepada Bupati Bima  untuk segera menindak tegas persoalan ini., Dan secepatnya kami dari LP-KPK Bima  akan melayankan surat audensi/shering terhadap DPRD KABUPATEN BIMA, DIKES KAB BIMA untuk membongkar kasus pelayana kesehatan mulai dari transportasi ambulan gratis, sampai dengan fasilitas kesehatan bpjs gratis. 

Salah Satu yang menjadi Program Prioritas pemerintah, agar 
tidak  mengabaikan pasien yang membutuhkan pertolongan medis , Karena ini menyangkut urusan kesehatan masyarakat," tegasnya.(Jen)