Berita Jawa Timur


Polda Jatim [bhayangkara.news] - Hari ini, Kamis, 16 Desember 2021 sidang putusan pra peradilan tersangka kasus kekerasan seksual yang terjadi di jombang. 

Kasus ini berawal dari sejumlah aduan santriwati di Pondok Pesantren Shidiqiyah Jombang telah menjadi korban kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh M. Subchi Azal Tsani. 

Dari korban-korban kekerasan seksual yang mengadu, MNK melaporkan kasusnya dan berstatus sebagai korban dalam laporan No. LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RES.JBG

Kekerasan seksual ini berlatar belakang relasi kuasa mengingat pelaku merupakan anak pemilik dan pengasuh pondok pesantren di mana para korban adalah anak didiknya, serta pemilik pusat kesehatan yang sedang melakukan rekrutmen tenaga kesehatan dengan mencari calon pelamar santri/santriwati dari pondok pesantren tempat para korban mondok. 

Pelaku memanfaatkan kepercayaan para korban,kepadanya serta kekuasaannya atas korban untuk melakukan perkosaan dan pencabulan. 

Demikian pula fakta perkosaan dan pencabulan dilakukan di bawah ancaman kekerasan, ancaman tidak lolos seleksi, 
manipulasi adanya perkawinan, dan penyalahgunaan kepatuhan murid terhadap gurunya. 

Faktanya para ,santriwati yang telah menjadi korban dan berani melapor pun telah dikeluarkan dari pondok pesantren. 

Lemahnya koordinasi instansi aparat penegak hukum antara Polda Jatim dan Kejati Jatim, membawa konsekuensi Lambannya proses hukum dan membuka cela diajukannya permohonan praperadilan dari pihak tersangka. 

Dampaknya memperkuat reviktimisasi terhadap korban pada proses pembuktian. 

Pihak tersangka diwakili kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan nomor : 35/pid.pra 2021/PN Sb
SBY dengan termohon Kapolda Jatim dan turut termohon kepala kejaksaan tinggi jatim, yang oleh Majelis Hakim memutuskan secara formil praperadilan tidak dapat diterima. 

Pasca Putusan praperadilan, Kami Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan seksual, mendesak : 
1. Polda Jatim untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka M. Subchi Azal Tsani. 
2. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk segera melimpahkan Perkara kasus Kekerasan Seksual Tersangka M. Subchi Azal Tsani Ke Pengadilan 
2. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jangan memberikan toleransi berlama-lama dan Jangan Lindungi Pelaku Kekerasan Seksual 
3. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, jangan abai mengimplementasikan Pedoman Kejaksaan RI No. 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Penanganan Perkara Pidana. 

Red : kaperwil Jawa Timur
(ISK)