Samosir [bhayngkara.news]-
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menghadiri  syukuran sebagai tanda berakhirnya program pelestarian cagar budaya di Kabupaten Samosir yang dilaksanakan Badan Pelestarian Cagar Budaya Propinsi Aceh, di Huta Bolon Desa Simanindo,  Kamis 30/12/2021.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengucapkan rasa terima kasih kepada Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Aceh yang telah membantu pelestarian cagar budaya pada tiga lokasi  di Samosir.
"Pelestarian cagar budaya harus dilakukan, untuk mencegah hilangnya budaya. 

Budaya sebagai warisan tak ternilai sehingga harus betul-betul dijaga. Pada tahun 2022 kita berkomitmen menetapkan anggaran khusus untuk penetapan cagar budaya di Samosir." ujar Vandiko Gultom.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengakui sampai saat ini masih banyak yang harus direvitalisasi, dan sebagai bukti keseriusan akan pentingnya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Samosir telah dibentuk tim ahli cagar budaya dan telah memperoleh sertifikat pada bulan Maret 2020 dan tim ini akan bekerja mendata cagar budaya yang ada di Kabupaten Samosir yang selanjutnya ditetapkan Bupati.

Bupati Samosir mengajak masyarakat untuk bersinergitas dalam menyambut revitalisasi cagar budaya di Samosir terutama pemilik atau ahli waris.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir memberikan proposal revitalisasi pada 2 lokasi yang sudah disurvey pada bulan April dan Mei kepada Kepala BPCB Propinsi Aceh.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Propinsi Aceh Normatias mengatakan

"Pelestarian cagar budaya di Kabupaten Samosir dilaksanakan pada 3 lokasi yaitu Huta Bolon Desa Simanindo, Huta Pagar Batu Desa Pardomuan dan Huta Simarmata di Desa Hariara Pohan dan telah rampung untuk tahun 2021."ujar Normatias.

Dengan adanya revitalisasi ini, Normatias berharap akan lebih banyak orang yang datang dan menikmati cagar budaya di Kabupaten Samosir. Selain revitalisasi rumah adat, juga dilakukan penataan kawasan jalan. 

Diakuinnya, Samosir adalah surga yang begitu indah yang harus didatangi wisatawan dunia. Revitalisasi akan tetap dilaksanakan, guna mendukung program kawasan strategis pariwisata nasional. Untuk itu Kepala BPCB, Normatias mengharapkan kerjasama yang baik dengan Pemkab Samosir agar segera menetapkan Cagar Budaya yang perlu direvitalisasi legalitas formal dari Bupati.

"Rumah tradisional atau rumah bolon  yang sudah direvitalisasi kiranya dapat dimanfaatkan untuk sebuah tempat gallery maupun homestay guna peningkatan perekonomian masyarakat." Tambah Normatias.

Tiolina Sinambela, selaku pengelola Huta Bolon, bangga atas revitalisasi ini dan berharap terus berlangsung demi terjaganya cagar budaya di Kabupaten Samosir.

Revitalisasi cagar budaya di Samosir mendapat sambutan yang baik dari Lembaga adat Partukkoan Samosir. Hal ini disampaikan Martua Simbolon bersama Jaubung Malau. 

"Kami bangga atas program pelestarian cagar budaya dan masih banyak situs yang perlu diperbaiki. Untuk itu, mohon agar tetap diperhatikan" ujar Martua Simbolon.(Ambrosius)