SUMATERA SELATAN
KOTA PRABUMULIH
18 DESEMBER 2021

perjalanan kaca mata bathin trisula


pada saat itu....

SRAGEN
ASAL USUL 
Peninggalan Joko Tingkir di Makam Butuh Sragen

Deni trisula 
28 juni 2020

Makam Butuh di Dusun Butuh,
Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen. (Istimewa)
 Makam Butuh di Dusun Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen. (Istimewa)

Asal usul Makam Butuh terkait erat dengan Joko Tingkir.

SRAGEN Komplek permakaman ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Sragen,

tepat nya di Dusun Butuh,
Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh.

Di permakaman itu,
seorang penguasa Keraton Pajang (1550-1582)
yang bergelar Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir dikebumikan.

Di kompleks pemakaman Butuh terdapat lebih dari 20 pusara yang dikelilingi tembok. Sembilan pusara di antaranya berada di dalam cungkup.

Pusaka Joko Tingkir berada pada bagian tengah cungkup itu.

Di halaman kompleks pemakaman terdapat batang kayu yang sudah keropos.

Kayu itu diyakini sebagai sempalan perahu gethek yang membawa Joko Tingkir ke Dusun Butuh melalui Sungai Bengawan Solo.

Sempalan gethek itu berupa belahan kayu jati sepanjang sekitar dua meter.

Kedatangan Joko Tingkir ke Dusun Butuh yang saat itu masih berupa hutan belantara tidak lain untuk berguru kepada Ki Ageng Butuh.

Dia dikenal sebagai murid Syeh Siti Jenar bersama ayah Joko Tingkir, Ki Kebo Kenanga.

Dalam Babad Tanah Jawi,

diceritakan Ki Ageng Butuh merupakan tokoh yang kali pertama melihat wahyu keprabon yang jatuh pada diri Joko Tingkir.

Dia juga berperan penting dalam membantu Joko Tingkir naik takhta menjadi raja.

Makam lain yang berada di kompleks permakaman ini adalah istri Kiai Ageng Butuh, adik Joko Tingkir Pangeran Tejowulan,
dan putra raja Pajang Pangeran Benowo.

Ziarah ke makam PARA leluhur itu sudah menjadi agenda PRIBADI dalam hidup ku

Bangsa yang besar adalah bangsa yg menghargai para pendahulu nya.
Bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah.

Oleh karena nya,

SAYA datang berziarah untuk mendoakan para pendiri Sragen

Saya ziarah kesini dari sumtra selatan tepat nya prabumulih karna mencintai sejarah bangsa ini 
Sejarah adalah kekayaan suatu bangsa yang tak akan pernah bisa.
Sirna di telan masa....

#TRISULA