Tulang Bawang-Mesuji-Lampung - [Bhayangkara.News]

Pembangunan Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa (DIR) yang dikerjakan oleh PT. Indo Bangun Group, menjadi sorotan dari berbagai pihak, pasalnya pembangunan irigasi dinilai warga masyarakat setempat terkesan asal-asalan yang penting jadi.


Hasil pantauan awak media bersama tim di lokasi pembangunan, dugaan kuat proyek pembangunan irigasi menggunakan bahan material diluar SNI (Standar Nasional Indonesia), Seperti Pasir dari Batu Ampar yang diduga tidak memiliki izin usaha (IUP) dari Tahun 2017, sangat disayangkan dari berbagai pihak, perkerjaan PT Indo Bangun Group terkesan menggunakan pasir ilegal.


Salah satu Warga masyarakat Kampung Bandar Anom, mengatakan, cerucuk kayu gelam yang dipasangkan dari pihak proyek, hanya kayu gelam berukuran panjang empat meter di potong menjadi dua untuk lantai pembangunan proyek irigasi itu Pak, pasirnya juga yang digunakan oleh proyek itu, pasir dari Batu Ampar," Ungkapnya.


Masyarakat setempat berinisial (ST) dan (RHH) meminta kepada pihak kontraktor agar dapat membongkar cerucuk kayu gelam dua meter yang telah terpasang, dan harus digantikan dengan cerucuk kayu gelam berukuran panjang empat meter, agar pembangunan bisa kuat dan tahan lama," Tegas (ST) dan (RHH).


Rabu (8/12/21) Awak media bersama tim dan Pengawas lembaga Kordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia ( LKPK PANRI) konfirmasi Manager Pelaksanaan PT Indo Bangun Group terkait dugaan pasir ilegal, Khairul mengatakan, kalau mengenai soal kami beli pasir, karena kami baru enam bulan Pak, berada dilokasi ini, kalaupun kami tidak mengrekrut orang untuk mitra kerja tentu kami kesulitan," Ungkapnya.


"Jadi kami mengajukan kontrak kerja terkait dengan penyuplaian pasir tersebut yang kami terima adalah pasir yang mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP) kami tidak mau tau itu Pak," Ujar Khairul.


Menurut Khairul, sudah ada dua orang partner kerja untuk penyuplaian pasir tersebut, (MSR) dan Raja pasir, yang jelas kami terima bersih dan permasalahan pancang gelam yang tadi panjangnya empat meter kemudian dipotong menjadi dua meter terustrang itu tanpa sepengetahuan saya, itu akal akalan pekerja, saya akui itu tapi sudah kami bongkar Pak ada videonya," Urai Manager Pelaksanaan PT Indo Bangun Group.


Kepada pihak instansi hukum terkait di Kabupaten, Provinsi dan pusat, agar dapat kroscek pembangunan Peningkatan irigasi yang dikerjakan oleh PT Indo Bangun Group, dugaan kuat  banyak penyimpangan Mar'k up, pembangunan tersebut terletak di kampung Bandar Anom Kecamatan Rawa jitu Utara untuk Kabupaten Mesuji Lampung.(*)

( Tim Darmisi )