Bangkalan Madura.(bhayangkara.news)
Kepolisian Polres Bangkalan menetapkan salah satu pelaku korupsi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Gili Anyar Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Jawa timur berinisial (i) menjadi tersangka.

Kasus Tipidkor PKH dan BPNT itu sebelum ditangani Polres Bangkalan oleh BPI KNPA-RI wilayah setempat telah dilaporkan pada Polda Jatim akhir Tahun 2019.



Mendapat kabar penetapan tersangka kasus korupsi PKH Achmad Sukron memberikan apresiasi pada kinerja Polres Bangkalan sebab telah memberikan kepastian hukum mengenai kasus kejahatan yang dilakukan oknum koruptor PKH yang notabeni penerimanya merupakan masyarakat miskin.
"Kami selaku media kontrol sosial dan Pemuda Desa Klabetan Kecamatan Sepulu sangat mengapresiasi pada kepemimpinan Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino dimana baru-baru ini salah satu koruptor PKH sudah tetapkan menjadi tersangka, sebab koruptor PKH itu merupakan penjahat perampok uang masyarakat miskin, yang semestinya dibantu eh malah dicuri haknya," ujar Sukron geram.

Seperti yang di lakukan pemuda Klabetan Achmad Sukron baru-baru ini telah melaporkan atas dugaan Tidak Pidana Korupsi dan Penggelapan yang diduga dilakukan oknum pendamping PKH tanggal 31 oktober 2021 di Polres Bangkalan yang di terima langsung melalui Reskrim Fauzi Syarif.E.,S.H

"Memang saat ini lagi sensitifnya dimasyarakat terkait bantuan Program  Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lain yang di kucurkan pemerintah pusat," kata Ramli selaku wartawan media online,  menambahkan.

[Mat ramli]wartawan Bangkalan bhyangkara.news