Pemalang [bhayangkara.news]-
Senin 27 Desember 2021,                  
telah di temukan dugaan penyimpangan di dalam program bansos PKH dan BPNT di wilayah Kabupaten Pemalang,melalui Pimpinan redaksi bhayangkara.news,          Taufik Hermanto,yang juga seorang aktivis,Anggota DPP Lembaga Aliansi Indonesia Departemen intelijen investigasi,Menerima Laporan Masyarakat,
Dugaan penyimpangan yang di lakukan onkum ketua kelompok PKH dan agen bank Himbara yang melayani KPM PKH dan BPNT ini,keterangan ini di perkuat adanya aduan dari masyarakat kepada Pimpinan redaksi bhayangkara.news,yang juga sekaligus Seorang aktivis dari Lembaga yang legalitasnya diakui pemerintah,

Taufik menuturkan kepada awak media bhayangkara.news, jika pihaknya sudah mendapatkan bukti,serta pengakuan dari oknum ketua kelompok tersebut,Taufik juga menuturkan Untuk bukti agen pun sudah saya kantongi,namun lagi-lagi kita harus mengedepankan azas praduga tak bersalah,ingat yang dapat menentukan seorang bersalah itu adalah Hakim selaku penegak hukum yang dapat memutuskan seseorang di hukum,tutur nya.

Bahkan disini agen warung  penyalur program bansos PKH dan BPNT di duga memakai merk orang lain didalam kemasan karung beras,saat pihak atas nama tersebut di konfirmasi,mengaku tidak pernah menyuplai beras di daerah itu,dan di pastikan itu bukan beras,miliknya tutur yang punya legalitas atas karung beras yang di distribusikan oleh agen tersebut,

Ini keblinger kata Taufik,di temukan dugaan item yang tidak sesuai dari agen warung penyalur bansos,
KPM hanya menerima ,1karung beras dengan berat 10kg,telur yang hanya 1/2 kg,buah 1pcs isi 3 s/d 4,tahu kuning 1pcs isi 12,dan ayam 1 ukuran 1kg.,jika di kalkulasikan dengan harga di pasaran harusnya KPM mendapat lebih dari saldo yang ada"
Perbandingan jika kita beli sendiri,beras 1 karung dengan ukuran 10kg dengan harga Rp.100-110 Rb,telur 1/2 kg paling mahal 16000,tahu 7000,buah 20rb,ayam 35rb,jika kita beli dengan harga satuan di pasaran jumlah biaya yang di keluarkan hanyalah Rp.188000,itu sy sudah menghitung dengan harga HED,namun kita semua tahu jika kita beli dengan harga agen tentunya agen tersebut mendapat di bawah harga pasaran,hal ini sangat di sayangkan jika ada agen yang tidak dapat memberikan yang terbaik buat KPM PKH dan BPNT,

Yang membuat miris lagi di tambah nya biaya yang diduga diminta oleh ketua kelompok PKH sebesar Rp.5000,/KPM,dan info yg didapat jika KPM mendapat Doble pencairan,maka biayanya pun mengikuti besaran berapa KPM mendapat bantuan,Taufik menuturkan keterangan ini di akui oleh oknum ketua kelompok PKH tersebut,
Dengan adanya hal kejadian ini,Taufik selaku Pimpinan Redaksi www.bhayangkara.news,menghimbau dan memberi intruksi kepada seluruh Kaperwil,Kabiro,dan wartawan media bhayangkara.news,dimana pun berada,untuk ikut serta mengawal dan mengawasi Program Bansos PKH dan BPNT,seperti yang kita tahu dan dengar intruksi Presiden RI.

LAPORKAN KEPADA PIHAK KEPOLISIAN  JIKA DI TEMUKANNYA TINDAK PIDANA PUNGLI DIDALAM PROGRAM BANSOS PKH DAN BPNT.

Jika ada Pihak-Pihak yang tidak terima dengan berita ini silahkan gunakan hak jawab anda, Pungkas Taufik.H