𝐓𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 - 𝔹𝕙𝕒𝕪𝕒𝕟𝕘𝕜𝕒𝕣𝕒.ℕ𝕖𝕨𝕤
Kapal keruk lumpur (DREDGER) bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk petambak Dipasena mulai di uji coba bekerja di Inlet Blok 11 Bumi Dipasena Makmur untuk membuang sedimentasi di saluran pasok air untuk budidaya udang Vanamei.

Alat keruk lumpur Dredger mulai di kerjakan di wilayah Bumi Dipasena Makmur atas kesepakatan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama antara pengurus pusat dan pengurus wilayah Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung).

Pengurus wilayah P3UW Lampung di Bumi Dipasena Makmur membuat kontrak kerja penggunaan Dredger tersebut, Kontrak kerja penggunaan Dredger adalah 441 HM, bekerja di MI Blok 11 terlebih dahulu.

Rencananya Dredger ini akan mengerjakan dua MI sepanjang 4000 meter masing-masing MI dan diestimasikan akan selesai dalam 75 hari” Kata Arizal Kepala Divisi Alat Berat P3UW Lampung Rabu 22/12/2021.

“Alat pengeruk lumpur Dredger akan bekerja menyedot lumpur yang ada di MI ini dan lumpur dibuang ke tempat pembuangan lumpur atau Space Inlet yang ada disamping MI. Penyedotan lumpur ini dilakukan sampai MI mencapai kedalaman 2 meter dan lebar 25 meter” Lanjut Arizal.

Sebelumnya Dredger di roling dari Sekretariat P3UW Lampung ke MI Blok 11 pada selasa 21/12/2021 dini hari, pada saat kanal surut agar bisa melintas di bawah jembatan utama Bumi Dipasena Makmur, Untuk membawa aksesoris tambahan dan sebagai pendamping kerja Dredger, diturunkan Excavator dan Ponton yang sebelumnya sedang bekerja di wilayah Bumi Dipasena Makmur.

Suwardi selaku Korin Badan Pengurus Infra (BPI) Bumi Dipasena Makmur, mengaku senang Dredger bisa diturunkan di wilayahnya, karena ini memang merupakan harapan masyarakat, untuk mengatasi pendangkalan pada saluran pasok air budidaya oleh sedimentasi.

“Alhamdulillah sesuai harapan, Dredger bisa masuk ke Bumi Dipasena Makmur, walaupun ini masih tahap uji coba, karena memang saluran pasok air untuk budidaya termasuk MI di wilayah kami butuh pendalaman," ujar Suwardi.

“Bagi wilayah yang belum dimasuki Dredger ini jangan berpandangan negatif dan jangan memikirkan hal hal yang menjadi batu sandungan, karena setelah selesai pengerjaan disini, Dredger ini akan diturunkan ke wilayah lain," Imbuh Suwardi.

🄳🄰🅁🄼🄸🅂🄸