TAPUT(Bhayangkara News)-Masyarakat Desa banuaji satu dan sekitarnya,kec adian koting,kab tapanuli utara,sumut pertanyakan proses pekerjaan tembok penahan tanah yang sedang dikerjakan oleh tukang bangunan.
"Pantauan masyarakat sejak awal dilaksanakan pekerjaan TPT untuk penanggulangan terjadinya longsor didesa banuaji tersebut sudah menjadi pertanyaan dimasyarakat.
Sebab dari awal proses pekerjaan TPT dilaksanakan"masyarakat tidak mengetahui dari mana sumber kegiatan dan pagu anggaran untuk volume pembangunan TPT yang tidak memiliki papan plank informasi proyek tersebut.

"Terkait hal kegiatan pelaksanaan proyek pekerjaan TPT tersebut masyarakat menuding telah melanggar UU No: 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi(KIP) dan PP No;12 tahun 2021 perubahan PP No:16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa maupun sistem Standart spesifikasi teknis atau RAB volume kegiatan sebagaimana diperjanjian kontrak kerja.
Bahkan masyarakat memperkirakan, dengan lambatnya progres pelaksanaan pekerjaan akan menimbulkan terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek sesuai jadwal waktu yang ditentukan,"ungkap warga sekitar. kepada media Bhayangkara News saat memberikan tanggapan ketika diwawancara i.23/12(Amir)