EMPAT LAWANG [Bhayangkaranews] - 
Lagi-lagi intensitas tingginya curah hujan membuat aliran dasar sungai air keruh kembali meluap dengan menghayutkan satu jembatan Desa penghubung untuk warga beperergian ke kebun serta merendam tiga Desa yang ada di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, meluapnya dasar sungai air keruh pada sore Jum'at 10/11 (Kemarin,red) dengan memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 2 Meter, pada saat ambil material 2 unit mobil pick up yang hendak muatkan material dilokasi sungai terjebak pada banjir luapan sungai air keruh. Ada juga satu jembatan yang rusak berat akibat dihantam oleh luapan sungai tersebut, tiga Desa juga ikut direndam.

"Luapan air sungai itu berada di Desa Bandar Agung Padang Gelai tidak lama paling lama sekitar 3 jam, alhamdulilah tidak ada korban jiwa, namun ada 2 mobil pick up pengangkut material yang terjebak dan berhasil di selamatkan," ungkap Juli (34) warga Kecamatan Paiker saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/12/2021).

Sementara Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Noperman Subhi membenarkan adanya luapan air sungai Aur Keruh di Bandar Agung yang masuk kepekarangan rumah warga Desa Padang Bindu, Desa Muara Rungge dan serta Desa Padang Gelai.
Kalau jembatan putus di dusun Pulau Tengah (Bandar Agung).


"Walau berangsur angsur surut, masuknya air ke pekarangan rumah warga masih terlihat hingga malam hari, saat ini masyarakat sibuk membersikan air dan kotoran yang masuk. Di harapkan juga masyarakat harus tetap waspada sewaktu-waktu datang banjir lagi," kata Noperman.

Red:Kabiro
[Ardi.W]