MEDAN [Bhayangkara News] - Melanjutkan keterangan korban seorang wanita yang dirampok oleh temannya senidri, Ia mengatakan bahwa, pelaku terus mengajak korban untuk jalan-jalan sampai-sampai korban sempat tertidur di dalam mobil karena sudah terlalu larut malam.

"Karena sudah malam kali saya sempat ketiduran di dalam mobil, saya ngajak pulang tapi dia (pelaku) bilang sudah tanggung, dia masuk kerja jam 05.30 pagi, sambil menunggu itu katanya," ujarnya.

Indah menambahkan, sekitar pukul 02.30 WIN tiba-tiba pelaku memberhentikan mobil tersebut tepat di depan sekolah Darmawangsa.

Pelaku beralasan ingin mengambil tisu di tasnya yang kebetulan diletak di bangku belakang mobil.

Korban yang duduk bangku depan tidak menyadari tenyata pelaku mengambil pisau dan langsung menikam perutnya.

"Terkejut saya mencoba melawan, tapi dia (pelaku) kembali nikam aku, sambil narik tas ku. Terus bergelut kami di mobil itu, aku berusaha buka pintu mobil lalu keluar sambil merampas pisau itu," ungkapnya.

Ia mengatakan, setelah berhasil keluar dari dalam mobil dia pun berteriak minta pertolongan kepada warga.

Pelaku yang diduga panik, meminta maaf kepada korban dan meminta korban untuk masuk ke dalam mobil.

Namun, ia mengaku tidak mau dan pelaku mencoba menabrak korban tetapi korban mengelak.

"Minta maaf dia (pelaku) ayo masuk katanya, nggak maulah aku kan, teriak-teriak di situ terus mau ditabrak nya aku, lalu dia lari bawa mobil sama handphone ku," katanya.

Indah menjelaskan, beruntung pada saat itu masih ada warga yang melintas di lokasi dan ia yang tidak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.

"Indah Khairani mengalami luka tusukkan ada 10 lubang dan laporannya telah diterima Polrestabes Medan," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Korban audah buat laporan. Untuk pelaku dalam pengejaran," pungkasnya. [Red]