Photo Ibu Leginem terduduk dan tak dapat mengeluarkan air mata, hanya pasra melihat rombongan orang-orang yang mengangkut barang-barang isi rumahnya entah kemana dibawa mereka (18/12).

DELI SERDANG [Bhayangkara News] - Kisah lanjut Ibu Leginem yang kondisi rumahnya di bongkar paksa malam ini jam 22.45 WIB (18/12/2021) oleh orang yang bernama Inisial S (umur sekitar 50an diperkirakan) bersama oknum mengenakan astribut OKP Pemuda Pancasila yang mengaku dari Organisasi PP di jalan Veteran Pasar 8 Dusun VI Desa Manunggal. Laporan peristiwa malam mengejutkan Ibu Leginem beserta keluarganya dengan datangnya rombongan orang-orang yang tiba-tiba menggedor rumahnya lalu masuk dan mengangkut barang-barang isi rumah ke mobil, entah kemana barang tersebut dimana mereka, barang-barang isi rumahnya di angkut pada saat warga masyarakat lagi tidur karena hujan seharian ini.

Setelah dikonfirmasi ke Mukhlisin Kepala Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang selama ini beliau tidak tahu ada kejadian yang menimpa warganya berhubung belum ada laporan ke desa.

Tapi menurut Eko anak dari Ibu Leginem, keluarga mereka saat ini tidak tahu akan melapor kemana karena keluarga mereka tidak tahu proses terjadinya jual beli rumah yang mereka tempati selama ini, saya kira perangkat desa telah mengetahui apa yang menimpa keluarga kami karena pernah Sekretris Desa datang kerumah kami dan menghadirkan abang dan adik Ibu Leginem mengajak kami sekeluarga untuk bermusyawarah, akan tetapi masih belum ada keputusan yang pasti (mengambang), semenjak itu S selalu datang silih berganti dengan orang-orang yang tanpa diketahui siapa yang suruh, untuk berupaya mengusir ibu saya (Leginem) dari rumahnya.

Menurut Eko, hal ini menjadi kejanggalan karena kapan dan dimana kenapa proses jual beli rumah ini terjadi, kami yakin ada pihak-pihak yang berkepentingan berkaitan dengan rumah ini. Setelah saya konsultasi hukum kemarin, ada dugaan kerja-kerja mafia tanah melibatkan oknum-oknum perangkat desa sehingga ada terbitnya surat-surat yang dijadikan alas hak untuk menjual rumah yang di diami Ibu Leginem beserta keluarga, karena Ibu Leginem melalui anaknya Eko. pernah bertanya mana surat-surat yang dijadikan acuan dalam menjual rumah ini, sehingga katanya rumah ini udah terjual.

Lalu awak media melakukan konfirmasi ke Muchlisin Kepala Desa Manunggal, membenarkan bahwa Sekretaris Desa Manunggal pernah mencoba menjadi mediator persoalan yang dialami Ibu Leginem tetapi tidak secara resmi di kantor desa, karena dalam pertemuan tersebut tidak ada berita acara yang dilaporkan ke saya sebagai Kepala Desa Manunggal. Dalam hal ini saya akan koordinasikan dulu dan akan mengundang pihak-pihak yang terkait pada hari Senin kedepan tanggal 19 Desember 2021 untuk dapat mengetahui lebih jelas bukti-bukti kepemilikan hak atas rumah Ibu Leginem. Ucap Muchlisin.

Kalau peristiwa malam ini  saya tidak mendapat laporan saya baru tahu dari wartawan yang menelpon, saya akan cek ke lapangan melalui Kepala Dusun dan untuk menahan agar tidak terjadi tindakan-tindakan pelanggaran hukum dan kriminalitas, saya akan laporkan dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Manunggal untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pangkas Muchlisin.

Lalu awak media konfirmasi kembali ke Eko anak Ibu Leginem, apakah hal ini sudah dilaporkan ke Kepala Dusun. Eko menjelaskan telah dilaporkan ke Kepala Dusun, dan Kepala dusun hadir di lokasi memberikan peringatan untuk menghentikan mengangkat barang-barang isi rumah Ibu Leginem karena ini perbuatan melanggar hukum, sesuatu hal mohon sampaikan ke Kantor Desa untuk di musyawarahkan, jadi  sebelum ada keputusan musyawarah jangan melakukan tindakan. Ucap Kepala Dusun. 

Namun akan tetapi peringatan Kepala Dusun  diabaikan begitu saja sama rombongan orang-orang yang membongkar dan mengangkat barang-barang isi rumah Ibu Leginem. 

Lalu Eko menambahkan, kami harus mengadu kemana sedangkan Kepala Dusun aja tidak dipedulikan oleh rombongan orang-orang yang mengangkut barang kami, yang pasti apabila barang-barang  kami yang hilang dan berkurang, saya akan menuntut mereka. Karena malam ini keluarga saya tidak berdaya untuk melawan gaya premenisme rombongan orang-orang yang datang kerumah keluarga saya mala mini. Pangkas Eko anak Ibu Leginem.

Eko akan mengambil langkah jalur hukum kedepannya, dan berharap kepada Kepala Desa dan Aparat Desa Manunggal serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk kedepannya kedepannya dapat menemukan yang menjadi landasan jual beli rumah yang di diami Ibu Leginem, dan saya akan buat  laporan ke Polri, karena saya menduga ini cara kerja sindakat mafia tanah (Red-BN099


Baca Berita Terkait Ibu Leginem:

- Rasa Janggal Ibu Leginem & Ibu Sainem, Terusir Dari Rumahnya Sendiri

- Masyarakat Berharap Cegah Dan Berantas Mafia Tanah Di Provinsi Sumatera Utara